Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Shandy Aulia Tegaskan Ketenarannya Tak Jamin Brand Produk Laku di Pasaran

Selain Shandy, hadir pula dua entrepreneur muda Indonesia lainnya yang juga berbagi cerita atau kiat sukses saat mereka terjun di bidang bisnis

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
deni setiawan
Shandy Aulia, Muhammad Haykal Kamil, dan Vicky Shu berbagi kisah tentang usaha atau bisnis yang dijalankannya dalam talkshow Strive for Revolutionary Business Ideas, di Balairung UKSW Salatiga, Rabu (1/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Artis yang membintangi film Eiffel I'm in Love, Shandy Aulia memenuhi undangan Kelompok Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (KSM FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sebagai narasumber dalam talkshow Strive for Revolutionary Business Ideas, Rabu (1/3/2017).

Selain Shandy, hadir pula dua entrepreneur muda Indonesia lainnya yang juga berbagi cerita atau kiat sukses saat mereka terjun di bidang bisnis di usia muda bermodal minimal hingga akhirnya menjadi sukses dan dapat dijadikan inspirasi orang lain. Dua lainnya yakni Muhammad Haykal Kamil (Chief Marketing Officer of ZAM Cosmetic) dan penyanyi, Vicky Veranita Yudhasoka (Vicky Shu).

Di hadapan peserta talkshow yang digelar di Balairung UKSW Jalan Diponegoro Kota Salatiga itu, Shandy Aulia menegaskan apabila ketenaran dia sebagai artis Indonesia tidak menjamin brand produk yang diciptakan dan dijual dapat laku di pasaran. Semua itu bergantung pada kualitas produk yang dihasilkan. Adapun produk yang saat ini didesain adalah SA Collections.

"Tetapi tidak memungkiri jika profesi saya serta teman-teman artis lainnya memang menguntungkan. Tetapi itu lebih kepada memudahkan dalam mempromosikan produk yang dibuat maupun dipasarkan. Kembali lagi dan perlu saya tekankan lagi, semua bergantung pada kualitas produk," tegas Shandy di hadapan peserta talkshow, Rabu (1/3/2017).

Secara umum, dia mengutarakan, kunci sederhana ketika seseorang, khususnya para mahasiswa UKSW yang ingin terjun atau bahkan saat ini berniat berbisnis, dengan modal pas-pasan adalah menciptakan produk unik. Dimana produk itu dapat membuat orang lain atau yang melihat serta mengetahuinya penasaran.

"Sekarang, melalui produk SA Collections yang dirintis sejak 2006 silam, saya sudah memiliki sekitar 70 karyawan atau penjahit. Awal-awalnya hanya 2 penjahit. Setelah brand awal saya sudah bisa diterima pasaran, saya mulai mengembangkan brand lain yakni SA Yours yang target nya konsumen second line," ucap istri dari David Herbowo itu.

Sementara, Vicky Shu menerangkan tentang kepercayaan dirinya terkait bisnis yang saat ini sedang digelutinya, yang berlabel Syu Shu Shoes. Bisnis apapun, apabila sesuai dengan passion yang dimiliki, bakal terasa semakin mudah dan membuat semakin nyaman dalam menjalankannya. Meskipun tidak dimungkiri saat mengawalinya terasa berat.

"Awalnya saat saya mulai terjun di bisnis sepatu yang berlabel Syu Shu Shoes itu memang sangat berat. Tetapi saya yakini bakal bisa berkembang dan sukses. Apalagi dalam menjual brand, saya tak malu untuk melayani konsumen secara langsung. Sering ketika dapat pesanan, saya antar langsung sepatu itu ke konsumen dan minta tanggapannya secara jujur," ucapnya.

Lalu, Haykal yang merupakan adik kandung artis Zaskia Mecca itu berkisah jika dirinya terjun di dunia bisnis karena ada permasalahan kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak menentu. Dirinya ketika itu harus membiayai biaya kuliah beberapa semester sendiri.

"Keuntungan di saat saya sedang dalam kondisi itu, adalah memiliki relasi cukup baik, tidak takut untuk memulai, dan berani menyalurkan bakat kreativitas. Saya berbisnis kaos. Dan tidak canggung pula untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Ketika ada request dari konsumen, saya pertimbangkan. Ketika menarik dan yakin laku di pasaran, saya beranikan diri untuk mewujudkannya," ujarnya.

Terpisah, Dekan FEB UKSW, Christantius Dwiatmadja menyampaikan, kehadiran ketiga tokoh tersebut dimaksudkan untuk berbagi pengalaman saat mereka mengawali hingga saat ini dapat dikatakan sukses. Harapannya para peserta khususnya mahasiswa UKSW dapat belajar untuk meraih mimpi menuju kesuksesan sebagai entertain dan entrepreneur.

"Ada tiga syarat untuk menjadi pebisnis dari hasil obrolan kami dengan ketiga tokoh itu, yakni kendel, tegel, lan prigel. Berani melakukan terobosan, tegas, serta ulet. Talkshow ini juga sebagai rangkaian kegiatan yang akan kami gelar besok Kamis (2/3/2017). Kami bakal hadirkan trainer yakni Rico Huang. Dia adalah Business Trainer, Founder of Alona dan juga Pengurus Komunitas Pengusaha Muda Indonesia," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved