Banyak Tas Mewah Ditemukan di Musala Rumah Najib Razak
Kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Najib Razaj berakhir dengan tragis. Setelah kalah dalam pemilu
TRIBUNJATENG.COM - Kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Najib Razaj berakhir dengan tragis. Setelah kalah dalam pemilu, Pemerintahan baru Malaysia menguak hasil korupsi Najib.
Ratusan kotak berisi barang mewah disita polisi dari penggeledahan di kondominium dan rumah pribadi mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razaj di Taman Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Sebagian barang mewah berupa tas bermerek internasional ditemukan di dalam musala rumah Najib.
Dari penggeledahan di rumah Najib yang dilakukan sejak Rabu malam, polisi menyita 52 tas bermerek internasional, 10 jam mewah dan uang tunai dalam berbagai mata uang yang termasuk RM537.000 (US$ 135.000) atau setara sekitar Rp 2 miliar.
Demikian dokumen kepolisian Malaysia yang dikutip dan diberitakan sejumlah media setempat, Jumat (18/5).Laporan kepolisian itu menyebut 52 tas mewah terdiri dari merek Chanel, Versace, Gucci, Oscar de la Renta, Prada, Michael Kors, Dolce & Gabbana, Roberto Cavalli dan Louis Vuitton.
Media Malaysia, Malay Mail, memberitakan sebagian tas mewah merek internasional yang disita polisi ditemukan dari musala, ruang penyimpanan dan dari dalam kamar salah satu anak Najib. Setidaknya ada 15 kotak berisi tas bermerek Chanel yang sebagian besar ditemukan di dalam musala di rumah Najib.
Sebanyak 37 tas mewah lainnya terdiri atas delapan tas Versace, sepuluh tas Gucci, lima tas Oscar de la Renta, dua tas Prada, dua tas Roberto Cavalli, empat tas Louis Vuitton dan masing-masing satu tas Michael Kors, Valentino, Dolce & Gabbana, Piana Clerico, Chanel juga Loewe.
Sementara, 10 jam tangan mewah ditemukan di dalam kamar salah satu anak Najib terdiri dari tujuh jam tangan merek Rolex dan masing-masing satu jam tangan merek Patek Philippe Geneve, Richard Mille dan Hublot.Adapun uang tunai yang ditemukan terdiri dari berbagai satuan mata uang Ringgit Malaysia, Poundsterling Inggris dan Rupee Sri Lanka.
"Barang-barang ini disita karena kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa semua barang ini terlibat dalam tindak pencucian uang di bawah pasal 4 ayat 1 Undang-undang Anti-Pencucian Uang, Anti-Pendanaan Terorisme dan Hasil dari Aktivitas Melanggar Hukum Tahun 2001," demikian seperti disebutkan dalam laporan Kepolisian Malaysia yang dikutip Malay Mail.
Kepolisian Malaysia belum secara resmi mengonfirmasi laporan ini. Namun media Singapura, Channel News Asia, yang juga melihat laporan kepolisian tersebut, menyatakan dokumen itu adalah valid. Namun, Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Kepolisian Malaysia, Komisioner Amar Singh telah mengonfirmasi pihaknya melakukan penggeledahan di rumah dan kondominium milik Najib sejak Rabu malam hingga Kamis malam.
Polisi juga sempat melakukan pengeboran saat membuka brankas yang ada di dalam rumah Najib. Hal itu dilakukan karena kunci brankas yang sudah ada sejak 20 tahun telah hilang. Penggeledahan di rumah mantan orang nomor satu Malaysia itu dilakukan terkait penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). "Iya, tentu saja," jawab Singh saat ditanya Reuters, soal apakah penggeledahan di lima lokasi terkait skandal 1MDB.
Penyitaan 52 tas itu berbeda dengan penyitaan terhadap 284 kotak yang disita dari tiga apartemen mewah atau kondominium di Pavilion Residences, Kuala Lumpur yang digeledah polisi sejak Kamis malam. Ratusan kotak itu berisi tas merek internasional seperti Louis Vuitton (LV) hingga Hermes Birkin.
Ratusan kotak berisi tas mewah merek internasional itu diangkut dengan sejumlah truk polisi. Sebanyak 72 koper berisi uang tunai dan barang-barang berharga lainnya juga turut diangkut. "Di antaranya tas wanita Birkin Hermes. Sejumlah dokumen juga disita," ujar Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Kepolisian Malaysia, Komisioner Amar Singh.
Kepolisian Malaysia belum mengonfirmasi barang-barang tersebut adalah milik istri Najib, Rosmah Mansor. Istri Najib itu sendiri dikenal sebagai penggemar tas mewah, di antaranya merek Hermes jenis Birkin. Harga tas tersebut di pasaran paling mahal mencapai US$ 300 ribu atau setara Rp 4,1 miliar. Namun, Amar mengakui pihaknya turut menyita dokumen terkait 1MDB dari kantor PM Malaysia.
Diberitakan, setelah melakukan pencekalan, pemerintahan Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, Mahathir Mohammad, melakukan penggeledahan di enam tempat terkait penyelidikan kasus Najib Razak. Keenam tempat adalah dua rumah pribadi, tiga kondominium dan kantor PM Malaysia.
Pencekalan dan penggeledahan dilakukan polisi Malaysia terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian skandal lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDb) yang didirikan Najib Razak pada 2013. Skandal 1MDb mencuat ketika Wall Street Journal memublikasikan dokumen yang menunjukkan Najib menerima dana 681 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 9,5 triliun ke rekening pribadinya. Mantan PM yang berkuasa selama dua periode tersebut bersikeras bahwa uang itu merupakan donasi dari salah seorang anggota Kerajaan Arab Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mantan-perdana-menteri-malaysia-najib-razak_20180512_114121.jpg)