Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Jengkol di Tegal dan Brebes Makin 'Semerbak', Rp 70 Ribu Per Kilogram

Penikmat jengkol atau jering di Kota Tegal dan Brebes sepertinya harus merogoh kocek lebih dalam.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
pedagang jengkol dan petai di kota tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Penikmat jengkol atau jering di Kota Tegal dan Brebes sepertinya harus merogoh kocek lebih dalam.

Pasalnya, harga jengkol tak stabil dan melambung tinggi. Di Kota Tegal dan Brebes, harga perkilogramnya mencapai Rp 70 ribu perkilogram.

Harga makanan kontroversi dengan aroma yang semerbak itu naik seratus persen dari sebelumnya yang hanya kisaran Rp 30 ribu perkilogram.

Di Pasar Kejambon Kota Tegal, harga jengkol terus meroket bersamaan dengan harga daging ayam potong dan telur ayam.

"Sebelumnya harganya Rp 30 ribu, terus naik jadi Rp 60 ribu dan sekarang Rp 70 ribu perkilgoram. Setiap hari harganya naik terus antara Rp 500 hingga Rp 700 perkilogram," kata seorang pedagang Pasar Kejambon, Warni (52).

Menurutnya, kenaikan jengkol itu terjadi beberapa bulan terakhir di sejumlah pasar tradisional Kota Tegal.

Ia menuturkan, kenaikan makanan berbentuk gepeng itu terjadi usah Lebaran 2018 lalu. Harganya terus melonjak hingga seratus persen lebih saat ini.

Bahkan, kata dia, harga perkilogram jengkol lebih mahal dibandingkan dengan harga daging ayam potong yang hanya Rp 44 ribu perkilogram.

"Harganya naik karena memang pasokannya tidak ada. Biasanya, dipasok dari daerah Sumatera," tutur Warni.

Pemicu utama kenaikan harga jengkol di pasaran kemungkinan akibat dari siklus panennya. Saat ini, bukan memasuki musim panen sehingga petani tidak bisa memasok ke pasaran.

Akibatnya harga yang meroket itu, jumlah pembeli di pasaran pun berkurang. Saat harga normal, Warni bisa menjual setengah kuintal jengkol. Namun, sekarang ia hanya bisa menjual 20- 25 kilogram jengkol saja.

Kenaikan harga jengkol itu pun dikeluhkan para pembeli. Tuti Purwati (48) yang biasa memasak semur jengkol itu mengeluhkan kenaikan signifikan buah yang dikenal dengan kancing celana itu.

"Sudah harga daging ayam mahal, telur mahal, dan sekarang jengkol juga naik harganya," ucapnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar komoditas pangan seperti jengkol, telur, dan daging ayam tidak naik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved