Raup Jutaan Rupiah dari Kerajinan Tas Berbahan Dasar Koran
Berawal dari coba-coba menganyam koran bekas, Kristanti Nareswari (32) kini meraup jutaan rupiah dari usahanya itu.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Berawal dari coba-coba menganyam koran bekas, Kristanti Nareswari (32) kini meraup jutaan rupiah dari usahanya itu. Produk yang dihasilkan beranekaragam. Di antaranya tas, dompet, hingga topi.
Tribun Jateng berkesempatan menemui Kristanti di kawasan Gremet, Manahan, Solo, Jumat (23/11/2018).
Di sana Kristsnti bersama suaminya, Setyo, sedang menganyam produk dari koran bekas.
Kristanti menerangkan, pihaknya membuat kerajinan dari koran bekas dari tahun 2013. Saat itu dirinya sedang hamil anak pertama.
"Karena tidak ada kegiatan, maka saya coba-coba bikin kerajinan dari koran bekas. Awalnya saya lihat dari tutoial Facebook dan Youtube. Lalu saya kepincut dan coba-coba," paparnya.
Awalnya ia membuat tas dari bahan koran bekas tersebut. Lama-lama ia terbiasa membuat kerajinan serupa.
"Mulai saya tekuni pada 2015, lalu ramai di Solo dan sekitarnya 1 tahun terakhir ini," ungkap Kristanti.
Untuk membuat kerajinan ini, menurutnya tak membutuhkan banyak hal. Di antaranya kertas koran, lem, dan lidi.
"Satu halaman koran dipotong empat lalu dianyam. Setelah itu, dilem pakai lem kayu dan diplitur," ungkap dia.
Untuk sekali pembuatan kerajinan berbahan dasar koran bekas, biasanya membutuhkan waktu hingga 3 hari pengerjaan.
Disinggung terkait pemasaran produknya, menurutnya mencapai seluruh Indonesia hingga luar negeri.
"Harga mulai Rp150 ribu untuk tas, lalu Rp100 ribu untuk tempat tisu dan lain-lain," papar Kristanti.
Lebih jauh ia menuturkan, pihaknya sempat kesulitan mencari koran bekas di Solo. Tetapi saat ini pihaknya telah mendapatkan suplier koran bekas.
"Kalau tidak pakai koran bekas, biasanya pakai kertas hvs," ungkap dia.
Untuk sebulan, omset yang didapatkannya mencapai Rp5 juta. Sebulan, ujarnya, Kristanti dan suaminya mampu memproduksi hingga 30 tas dan kerajinan yang lain.
"Pemasaran via wasap dan instagram. Saat ini kami bekerja sendiri. Artinya tak ada karyawan," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kristanti-nareswari.jpg)