Kanal

Wawancara Eksklusif Gus Yaqut Ketua Umum GP Ansor: Eks HTI Mencoba Memukul Balik

Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum GP Ansor - KOMPAS.COM/KRISTIANTO ERDIANTO

Banser sama sekali tidak terlibat dalam provokasi ketika dimulainya kerusuhan Papua. Itu kan dimulainya di Surabaya, diawali penyerbuan Asrama Mahasiswa Papua. Memang ada pihak yang mengajak Banser untuk terlibat. Komandan Banser Jatim ditelepon oleh seseorang diminta turun untuk bergabung menyerbu asrama yang isunya ada pengerusakan bendera Merah Putih.

Mereka (Banser Jatim) lapor ke kami maka kami minta cek dulu karena harus ditabayunkan sebelum bersikap. Setelah dicek ternyata tidak ada. Maka tidak boleh ada penyerbuan.

Kalaupun itu terjadi, penyerbuan bukan pilihan Ansor-Banser. Kami punya mekanisme dalam menyelesaikan persoalan-persoalan.

Menurut Anda, siapa aktor intelektual di balik kerusuhan Papua?

Ya, ada aktor yang terlibat dalam kerusuhan di Papua, baik aktor domestik maupun internasional. Statemen aparat penegak hukum itu saja yang dikuti, meski kami melihat belum selesai.

Masih perlu ada beberapa yang perlu diperdalam untuk diteliti kemudian diperdalam lagi. Selanjutnya diumumkan ke publik kalau memang masalah Papua mau selesai.

Mengapa nama Ansor dilibatkan dalam kerusuhan Papua?

Apapun di Indonesia terkait pertahanan dan keamanan, kalau tidak ngajak Ansor-Banser kan tidak seksi isunya.

Ada identifikasi siapa aktor yang memojokkan Ansor atau Banser?

Eks HTI yang mencoba memanfaatkan ini untuk kembali eksis. Kalau toh tidak bisa eksis, setidaknya bisa memukul balik Banser.

Halaman
1234
Penulis: m nur huda
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng

Berita Populer