Disperindag Provinsi Jawa Tengah
Eksportir Tangguh Mampu Tingkatkan Ekspor Jateng
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah melakukan Sosialisasi Eksportir Tangguh 2021 di Gedung Dekranasda Pramuka
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah melakukan Sosialisasi Eksportir Tangguh 2021 di Gedung Dekranasda Pramuka (Despra) Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (25/2/2021).
Acara dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.
Program Ekportir Tangguh ini sebagai upaya Pemprov untuk mengapresiasi para eksportir, termasuk industri kecil menengah (IKM) yang berkinerja baik dalam peningkatan ekspor Jateng.
Dalam acara sosialisasi, bertindak selaku narasumber sekaligus juri/penilai Eksportir Tangguh yaitu: dari unsur akademisi yakni dosen Universitas Diponegoro (Undip), Idris; unsur praktisi yakni Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Bernadius Arwin; serta dari unsur media yakni editor Tribun Jateng, Galih Pujo Asmoro.
Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo menuturkan program Eksportir Tangguh yang sudah dilakukan beberapa kali ini berdampak positif terhadap peningkatan ekspor dari Jateng.
"Eksportir Tangguh jadi trigger pada para pelaku ekspor di Jateng, apalagi jika ada yang dibawa ke tingkat nasional," kata Arif.
Eksportir berprestasi di Jateng akan diikutsertakan dalam acara Primaniyarta.
Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.
Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Arif menjelaskan setiap tahun ekspor nonmigas selalu naik. Tentu saja tren positif tersebut ada kontribusi program Eksportir Tangguh.
Hingga akhir 2019, Jateng mampur ekspor nonmigas 8.000 juta USD lebih. Ada peningkatan tajam jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ekspor Jateng sempat loyo pada 2020 saat pandemi. Namun, itu pun melebihi target yang ditetapkan pemprov.
"Meski pandemi, namun capaian ekspor nonmigas 2020 sudah melebih target yang direncanakan yakni sebesar 6.062 juta USD, ternyata Jateng bisa mencapai 7.704 juta USD Artinya melebihi target," katanya.
Dilihat angka pergerakan ekspor nonmigas pada Januari-Mei 2020 turun drastis yakni lebih dari 12 persen rata-rata. Tetapi memasuki semester kedua antara Mei-Desember ada kebangkitan yang rata rata naik 5,84 persen atau hampir 6 persen.
"Ada momentum kebangkitan ekspor saat pandemi saat ini. Kegiatan Ekspor Tangguh bisa jadi pendorong membangkitkan para eksportir dalam meningkatkan ekspor. Momentum peningkatan ekspor ini semoga bisa terjaga bahkan ditingkatkan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/eksportir-tangguh-2021.jpg)