Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Seragam Baru TNI AD, KSAD Sebut Miliki Loreng Khas dan Gagasan Jenderal Andika Perkasa

Seragam baru TNI AD mulai diperkenalkan ke masyarakat dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2022 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD

Tayang:
Editor: m nur huda
Achmad Nasrudin Yahya/Kompas.com
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman di Mabesad, Jakarta, Rabu (2/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seragam baru TNI AD mulai diperkenalkan ke masyarakat dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2022 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengungkapkan, seragam baru TNI AD itu mempunyai corak khas “loreng TNI AD”.

Menurut dia seragam baru TNI AD itu merupakan gagasan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika masih menjabat sebagai KSAD, termasuk brevet pada seragam baru itu..

Seragam baru baru TNI AD itu terlihat memiliki corak loreng dengan paduan sejumlah warna, yaitu coklat, hijau, dan krem.

Sekilas, seragam loreng ini nyaris sama dengan seragam Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

TNI AD selama ini belum memiliki seragam loreng sebagaimana matra lain.

Sedangkan seragam loreng hijau-hitam yang biasa dikenakan TNI AD merupakan seragam loreng khas Mabes TNI.

Ratusan prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya mengikuti upacara pemberangkatan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/8/2019). Sebanyak 400 orang prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya, Jambi diberangkatkan untuk pengamanan perbatasan negara Republik Indonesia-Republik Demokratik Timur Leste selama sembilan bulan.
Ratusan prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya mengikuti upacara pemberangkatan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/8/2019). Sebanyak 400 orang prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya, Jambi diberangkatkan untuk pengamanan perbatasan negara Republik Indonesia-Republik Demokratik Timur Leste selama sembilan bulan. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Seragam TNI AD sudah mengalami sejumlah perubahan sejak awal kemerdekaan pada 1945.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, lembaga militer yang berdiri di Indonesia adalah Badan Kemerdekaan Rakyat (BKR).

Kemudian pada 5 Oktober 1945, nama dan struktur organisasi BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan kemudian kembali berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Setelah tercapai kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS).

Maka dari itu lembaga militer berubah nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).

Pada 17 Agustus 1950, Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.

Hal itu membuat APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan tiga matra yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved