Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Sembilan SMK Terpilih Mengikuti Magang di SMK Raden Umar Said Kudus‎

Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih magang di SMK Raden Umar Said Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Dok. SMK Raden Umar Said Kudus
Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih, mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.? 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih, mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.

SMK yang terpilih untuk mengikuti program magang di SMK Raden Umar Said Kudus yaitu SMKN 2 Garut, SMKN 11 Semarang, SMKN Darul Ulum Muncar, SMKN 1 Cermee, SMKN 11 Malang, SMKN 1 Dlanggu, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 1 Buer, serta SMKN 4 Malang.

Kegiatan magang itu diikuti 18 siswa dan

Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih, mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.?
Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih, mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.? (Dok. SMK Raden Umar Said Kudus)

4 guru SMK jurusan animasi. Selain meningkatkan hard skills, kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills melalui pekerjaan yang diberikan. 

Misalnya saat peserta magang harus mengerjakan pekerjaan dengan tenggat waktu yang sangat ketat, mereka dituntut untuk bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai divisi serta berfikir kritis dan kreatif agar dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi saat menyelesaikan proyek tersebut. 

Menariknya, pekerjaan yang diberikan adalah proyek nyata dari industri, sehingga para peserta magang tidak hanya sekedar 'on the job training' tetapi dapat merasakan budaya industri yang sesungguhnya.

Sebanyak 11 pengajar dari SMK Raden Umar Said Kudus, menjadi tenaga pendamping yang bertanggung jawab untuk dapat meningkatkan keterampilan peserta agar memiliki keterampilan berstandar industri.

Proses peningkatan keterampilan ini dilakukan dengan memberikan pekerjaan disertai tenggat waktu yang ketat namun menghasilkan kualitas yang sama dengan standar industri. 

Meski terlihat sederhana, tetapi banyak peserta yang merasa ini sebuah tantang besar bagi mereka. 

Peserta magang, Erwan Septiyono yang merupakan guru 3D modeling dari SMKN 1 Boyolangu mengatakan, bekerja dengan standar industri belum biasa dilakukan di SMK dan ini merupakan tantangan baginya tetapi beliau meyakini bahwa tantangan ini bisa dilewati.

"Ya sebenernya ini cukup sulit karena kami belum terbiasa bekerja layaknya di industri tapi saya yakin setelah magang ini selesai, saya dan teman-teman bisa menerapkan di SMK masing-masing," tutur Erwan Septiyono, Jumat (1/4/2022). 

Sementara itu, Muhammad Rafli, siswa SMKN 4 Malang yang mengikuti magang juga merasa sangat tersanjung karena bisa terpilih dalam kegiatan magang yang pendaftarnya dari seluruh Indonesia.

Rafli mengatakan banyak sekali ilmu baru yang diperoleh dan ilmu yang berbeda dari yang selama ini dipelajari di sekolahnya. 

"Ilmu yang saya peroleh sangat banyak, khususnya pada modeling yang sudah menggunakan software Maya yang berstandar industri," ujar dia.

Selain itu, dia juga mendapatkan ilmu texturing serta rendering yang baik dan benar dari SMK binaan Djarum Foundation. ‎

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved