Berita Semarang

Biaya Logistik di Pelabuhan akan Dipangkas? Ini Kata Aptrindo

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: sujarwo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan (tengah).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mempertanyakan rencana KPK dalam memangkas biaya logistik di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, biaya logistik sendiri saat ini belum ada hitungan yang jelas.

"Jadi selalu dikatakan biaya logistik tinggi, tapi tidak berhitung lagi. Ini kan merugikan kami. Kemudian di sektor mana paling tinggi biaya logistik kita? kita belum tahu.

Sampai 10 tahun ini belum pernah dihitung, kami masih meraba-raba. Namun KPK menganggap milik pelabuhan," katanya baru-baru ini.

Menurut Gemilang, biaya logistik terdiri atas tiga unsur, yakni biaya transportasi, pergudangan, dan administrasi.

Biaya yang dikenakan sendiri akan bervariasi menurut sektor usaha yang diangkutnya.

"Biaya logistik dari sektor industri bermacam-macam, ada sektor pertambangan, pertanian, dan lainnya. Kami bingung itu biaya logistik yang mana sebetulnya yang paling tinggi," ungkapnya.

Di sisi itu ia menambahkan, perlu adanya perhitungan yang jelas terkait pemangkasan biaya logistik ini.

"Biaya logistik di Indonesia saat ini masih tinggi, 24 persen dari PDB itu mau diturunkan. Tapi kalau tidak tahu perhitungannya, kan tidak tahu langkahnya. Dan transportasi darat ini ada dua, yaitu dari dan ke pelabuhan, kemudian transportasi yang tidak melalui pelabuhan. Yang mana antara dua ini?," tanyanya.

Dari sisi pengusaha truk sendiri, ia menyebut, yang menjadi permasalahan bukan soal tarif.

Melainkan tingginya biaya tracking karena produktivitasnya yang masih rendah.

"Tempat muat, jalan, dan tempat bongkar ini, tiga-tiganya masih buruk. Kalau cepat, tentunya dengan ongkos sekarang ini pengusaha hepi," imbuhnya. (*)

Berita Terkini