Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Alumni Fashion Technology BBPVP Semarang Gelar BFC Fashion Diversity 2023

Entrepreneur muda di bidang fesyen terus berbenah untuk menghasilkan produk-produk baru yang kreatif dan inovatif.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Tim Video Editor

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Berikut ini video Alumni Fashion Technology BBPVP Semarang Gelar BFC Fashion Diversity 2023

Entrepreneur muda di bidang fesyen terus berbenah untuk menghasilkan produk-produk baru yang kreatif dan inovatif.

Tujuannya, agar produk-produk yang dihasilkan tersebut berdaya saing.

Hal itu yang kini coba diwujudkan para alumni Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang Jurusan Fashion Technology melalui event BFC Fashion Diversity 2023.

Pada event ini, para alumni BBPVP Semarang sektor fesyen ini berupaya menunjukkan eksistensinya di industri fashion dengan menampilkan karya-karya terbaiknya.

"BFC Fashion Diversity 2023 ini merupakan event pertama dari BBPVP Fashion Creative (BFC) yang kami bentuk tahun 2020.

BFC ini sebagai ajang para alumni untuk bersinergi mengembangkan usaha," kata Ketua BFC, Nasrul Arif di sela kegiatan BFC Fashion Diversity 2023 digelar di BBPVP Semarang, Sabtu (26/2/2023).

Menurut Arif lebih lanjut, pada event ini melibatkan 16 desainer BBPVP Semarang. Selain itu juga mengundang desainer eksternal. Digelarnya event itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tantangan di industri fashion sekarang ini.

"Total karyanya sendiri ada lebih dari 20 koleksi, mulai untuk anak-anak hingga dewasa. Kami gelar event semacam ini tujuannya adalah jualan dan branding bareng," tambahnya.

Kepala BBPVP Semarang, Heru Wibowo menyebutkan, Fashion Technology sendiri merupakan salah satu jurusan unggulan di BBPVP Semarang.

Menurutnya, pihaknya terus berupaya mengembangkan Fashion Technology karena bidang fesyen merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di industri kreatif selain kuliner dan kriya.

Sementara ekonomi kreatif ini berperan besar terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

"Kemnaker dalam hal ini punya inovasi program pelatihan di bidang fesyen untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk menumbuhkan entrepreneur-entrepreneur muda di bidang ekonomi kreatif khususnya fesyen," terangnya.

Disebutkan lebih lanjut, Tenaga kerja di ekonomi kreatif berdasarkan data tahun 2018, didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah, yaitu 58 persen berpendidikan SMP Kebawah, 37 persen berpendidikan SMA/sederajat, dan dan 7 persen berpendidikan tinggi (Diploma keatas).

Hal ini menjadi pertimbangan Kementrian Ketenagakerjaan melalui BBPVP Semarang pada saat itu, untuk melakukan inovasi program pelatihan di bidang fashion, untuk memenuhi kebutuhan  peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan menumbuhkan wirausaha muda di bidang ekonomi kreatif.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved