Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Rehabilitasi Hutan Lindung, Bibit Tanaman Dibagikan Ke Poktan di Desa Pungangan Wonosobo 

Kelompok tani di Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo menerima bibit tanaman gratis dari anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina, Kamis (3/8)

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Muhammad Olies
Tribunjateng.com/Imah Masitoh 
Pembagian bibit tanaman gratis kepada kelompok tani di Balai Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah Wonosobo, Kamis (3/8/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kelompok tani di Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo menerima bibit tanaman gratis dari anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina, Kamis (3/8/2023).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi hutan lindung di kawasan Wonosobo.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan, Penegakan Hukum, Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Sarwono menyampaikan dukungan adanya kegiatan rehabilitasi hutan.

Menurutnya, kegiatan ini untuk mengembalikan lahan kritis di Kabupaten Wonosobo yang jumlahnya cukup banyak.

"Lahan dan hutan di Wonosobo yang kering, baik karena budaya dan dampak yang terjadi karena suatu hal, menimbulkan kerusakan. Ini harus kita mulai hari ini sudah segera merehabilitasi lahan, dikembalikan seperti semula sehingga lahan yang kritis pulih seperti sedia kala," ujarnya.

Baca juga: Humaira Asghar Bantah Sengaja Bakar Hutan Lindung Demi Konten, Api Itu Sudah Ada

Baca juga: Pengendara Mobil Ketakutan saat Bertemu Harimau di Kawasan Hutan Lindung Bengkulu

Wonosobo menjadi hulu Sungai Serayu yang akan berdampak bagi daerah di bawahnya, sehingga rehabilitasi lahan dan hutan sangat diperlukan.

Kepala Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Serayu Opak Progo, Arief Setiyo Utomo mengatakan, tanaman keras cocok ditanam di daerah aliran Sungai Serayu.

Tanaman keras ini akan dapat mengurangi erosi dan menanggulangi sedimentasi di sungai.

Pemberian bibit tanaman keras seperti alpukat, sawo, lengkeng, manggis diharapkan dapat menjadi alternatif masyarakat menanam tanaman produktif selain hortikultura yang menjadi mayoritas petani Wonosobo.

"Tanah milik masyarakat kebanyakan ditanami sayur. Pelan-pelan kita berikan pengertian, bahwa tanaman keras juga penting," ungkapnya. 

Kebanyakan masyarakat di Desa Pungangan menanam tanaman keras berupa Albasia.

Dengan pemberian bibit tanaman buah dapat menjadi alternatif tidak hanya pemanfaatan kayunya saja, namun juga buah yang dapat dihasilkan. 

"Diharapkan bisa menahan nutrisi untuk masyarakat ada tambahan asupan atau mungkin setidaknya bisa menjualnya, sehingga menambah perekonomian masyarakat," tambahnya. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina, yang gencar mensosialisasikan rehabilitasi hutan lindung di Kabupaten Wonosobo.

Total ada sebanyak sekitar 20.000 bibit tanaman yang sudah dibagikan di 8 kecamatan di Kabupaten Wonosobo.

"Saya ingin mengajak para petani untuk bareng-bareng melakukan rehabilitasi lahan dan hutan di daerahnya. Mudah-mudahan lahan kritis semakin tertutup," ujarnya.

Sosialisasi rehabilitasi hutan lindung juga sudah berlangsung di beberapa tempat di Kabupaten Wonosobo untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga kelestarian hutan. (ima)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved