Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dongeng Sebelum Tidur Batu di Pinggir Danau Laut Tawar

Dongeng sebelum tidur yang cocok dibacakan untuk buah hati. Dongeng ini berjudul "Batu di Pinggir Danau Laut Tawar".Berikut isi dongengnya:

Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
Majalah Bobo
Dongeng Sebelum Tidur Batu di Pinggir Danau Laut Tawar 

TRIBUNJATENG.COM- Dongeng sebelum tidur yang cocok dibacakan untuk buah hati.

Dongeng ini berjudul "Batu di Pinggir Danau Laut Tawar".

Berikut isi dongengnya:

Kisah ini berawal dari sebuah keluarga yang tinggal di Negeri Aceh. Mereka terdiri dari seorang suami, seorang istri yang cantik dan rajin, serta anak perempuan yang sangat disayangi oleh mereka berdua.

Suatu hari, seorang pemuda tampan datang dengan niat ingin melamar gadis tersebut. Pemuda tersebut berasal dari keluarga terhormat dan berkecukupan di negeri seberang. Keluarga gadis itu memberikan restu mereka, sehingga pesta pernikahan pun digelar dengan megah dan meriah.

Setelah beberapa hari pernikahan, pemuda tersebut merasa sudah saatnya pulang ke kampung halamannya dan mengajak istrinya untuk menemaninya. Bagi sang istri, meninggalkan keluarga dan desanya adalah keputusan yang amat sulit. Namun, sebagai tanda cinta dan kesetiaannya kepada suaminya, ia menyetujuinya.

Sebelum mereka berangkat, sang ayah memberikan pesan bijak kepada anaknya. "Anakku, tinggallah di negeri suamimu," katanya. "Ingat, selama perjalanan, jangan pernah menoleh ke belakang. Jika kau melanggarnya, takdir akan mengubahmu menjadi batu."

Mereka pun meninggalkan desa dan memulai perjalanan panjang menuju negeri di seberang lautan. Saat mereka mencapai Danau Laut Tawar, mereka menaiki sebuah sampan untuk menyeberanginya.

Namun, ketika sampan mereka melintasi danau, sang istri tidak dapat mengabaikan suara yang begitu merindukan dirinya, suara ibunya. Panggilan itu menjadi semakin kuat dan menghantui hatinya. Akhirnya, sang istri tidak tahan lagi dan melanggar larangan ayahnya untuk menoleh ke belakang. Seperti yang diingatkan, takdir pun tak berlalu begitu saja. Tubuhnya segera berubah menjadi batu.

Tentu saja, suami yang sangat mencintainya sangat sedih. Ia merindukan istrinya dan ingin selalu bersamanya. Ia memohon kepada Tuhan agar dirinya juga berubah menjadi batu. Setelah doanya selesai, ia pun berubah menjadi batu. Kini, pasangan itu menjadi dua batu yang berdiri di tepi Danau Laut Tawar, bersama-sama untuk selamanya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved