Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 1

Gilbert Agius Isyaratkan Musim Depan Masih Bertahan di PSIS

Pelatih asal Malta, Gilbert Agius boleh dikatakan sebagai pelatih kepala tersukses PSIS di era Liga 1.

TribunJateng.com/Franciskus Ariel
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius saat memberikan arahan dalam sesi latihan tim Mahesa Jenar di Lapangan Wisesa Mranggen Demak, Jumat (24/11/2023) pagi - Tribunjateng.com/ Franciskus Ariel Setiaputra 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pelatih asal Malta, Gilbert Agius boleh disebut sebagai pelatih kepala PSIS tersukses di era Liga 1.

Pasalnya, Gilbert Agius mampu memutus tren PSIS yang suka gonta ganti pelatih di tengah berjalannya kompetisi.

Setelah datang di pertengahan musim 2022/2023, Gilbert Agius mampu melanjutkan masa baktinya selama full semusim untuk kompetisi 2023/2024.

Di tangan dingin pelatih yang karir sepakbolanya berposisi sebagai striker itu, PSIS mampu finish di posisi enam seri reguler.

PSIS di tangan Gilbert juga dikenal sangat tangguh. PSIS hanya merasakan dua kali kalah ketika bermain sebagai tuan rumah.

Selama musim 2023/2024, PSIS juga selalu berada di papan atas, bahkan PSIS juga yang paling banyak diprediksi akan masuk ke empat besar atau zona championship.

Baca juga: "Kami Kecewa, Mohon Maaf Untuk Hasil Ini" Kata Gilbert Usai PSIS Kalah dari Persija, Mentok Posisi 6

Baca juga: Postingan Alfeandra Dewangga, Sinyal Perkuat Timnas U23 di Playoff Olimpiade? Ini Kata PSIS

Namun hasil minor di beberapa pekan sebelum seri reguler berakhir membuat PSIS terpeleset ke posisi enam klasemen.

Di musim 2023/2024 ini, PSIS menutup akhir musim dengan raihan 50 poin. Sebelumnya, poin paling tinggi terjadi di musim 2021/2022 yakni 46 poin.

Prestasi tersebut membuat Gilbert digadang-gadang masih akan dipakai jasanya oleh Manajemen Mahesa Jenar.

Bak gayung bersambut, Gilbert mengisyaratkan akan bertahan.

Saat ini Gilbert kembali ke negaranya untuk berlibur sambil menunggu kapan persiapan PSIS menghadapi musim 2024/2025 dimulai.

"Saya mungkin balik ke Semarang," bebernya.

Ditambahkan Gilbert, dia tak menyangka bisa melatih selama satu musim penuh di PSIS.

Dia menyadari, tidak mudah menduduki posisi tersebut di tim legendaris asal Kota Semarang itu.

Apalagi, dalam perjalanan kompetisi beberapa kendala menghampiri PSIS utamanya kehilangan para pemain pilar baik itu yang hengkang ataupun yang cedera fatal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved