Berita Blora
Pedagang Kantin Sekolah di Blora Kehilangan Omzet 50 Persen Imbas Program Makan Bergizi Gratis
Sejumlah pedagang kantin sekolah mengalami penurunan omzet, imbas penerapan program makan bergizi gratis (MBG) di Blora.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sejumlah pedagang kantin sekolah mengalami penurunan omzet, imbas penerapan program makan bergizi gratis (MBG) di Blora.
Bahkan penurunan omzet yang dirasakan oleh pedagang kantin sekolah mencapai 50 persen.
Salah seorang pedagang kantin di SMK Negeri 2 Blora, Harni (55), mengaku pendapatannya mengalami penurunan drastis.
"Pendapatan berkurang, menurun drastis, karena kan anak-anak jarang yang beli, sudah kenyang karena mendapatkan makan bergizi gratis," katanya, Jumat (17/1/2025).
Apalagi Harni menjual beragam makanan berat. Seperti nasi kuning, nasi goreng, nasi rames, pecel, dan gorengan.
"Kalau pendapatan kotor sebelum ada makan bergizi gratis itu Rp 300 ribu per hari."
"Sejak ada makan bergizi gratis, per hari hanya mendapat Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, jadi ada penurunan," terangnya.
Harni berharap nasib pedagang kantin agar diperhatikan.
"Ya harapannya pedagang kantin diperhatikan. Karena ada biaya sewa juga, per hari itu Rp 25 ribu," jelasnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh pedagang kantin lain, Yani (43). Penurunan omzet yang dialami Yani mencapai 50 persen.
"Penurunannya sampai 50 persen. Sebelum MBG itu saya sehari bisa dapat Rp 200 ribuan, tetapi setelah ada MBG, sehari hanya dapat Rp 100 ribu," kata penjual mi ayam itu.
Dampak program MBG sangat dirasakan pedagang kantin sekolah. Belum lagi, Yani harus membayar biaya sewa per hari, Rp 35 ribu.
Menurutnya dengan adanya penurunan omzet tersebut, Yani merasa keberatan membayar sewa kantin.
"Sewa kantin per hari Rp 35 ribu. Harapannya ya biaya sewa diturunkan sedikit. Dan mungkin kami pedagang kantin bisa diajak rapat evaluasi terkait adanya MBG ini," paparnya.
Sebagai informasi, penerapan program makan bergizi gratis di Blora sudah dimulai sejak Senin (13/1/2025).(Iqs)
| Sudah Dua Periode Menjabat, Abdul Hakim Dorong Estafet Kepemimpinan di PKB Blora Dipegang Anak Muda |
|
|---|
| Banyak Korban Bullying dari Sekolah Formal Pindah ke SKB Blora, Ini Upaya Pemulihannya |
|
|---|
| Dilema di Balik Kriuk Kerupuk Kedungjenar Blora, Ketika Ukuran Mengecil Karena Bahan Baku Mahal |
|
|---|
| Tebang Pilih Kasus ASN Blora: Oknum Guru Genit Dicopot, 2 Kepala Puskesmas Selingkuh Masih Berkuasa |
|
|---|
| Ribuan Peserta BPJS PBI di Blora Masih Berstatus Nonaktif, DPRD Usul SKTM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suasana-kantin-sekolah-SMK-Negeri-2-Blora-Jumat-1712025.jpg)