Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Infrastruktur dan Ekonomi Desa Banyuputih Jadi Perhatian Pemkab Jepara

Pemerintah Kabupaten Jepara menyoroti kondisi jalan dan minimnya saluran drainase yang ada di Desa Banyuputih, Kecamatan

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama
PEMKAB JEPARA - Bupati Jepara, Witiarso Utomo Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, dan jajarannya melakukan program Bupati Ngator di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara menyoroti kondisi jalan dan minimnya saluran drainase yang ada di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.


Kepala Dinas PUPR sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Ary Bachtiar, berdasarkan arahan dan kebijakan bupati. 


Ary menyatakan bahwa pembangunan jembatan telah masuk dalam perencanaan tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp4 miliar. 


“Sempat tertunda karena refocusing dan efisiensi anggaran. Tahun ini kita perjuangkan,” kata Ary kepada Tribunjateng, Rabu (23/4/2025).


Ia menambahkan, pembangunan jalan di kawasan tersebut direncanakan dimulai paling lambat pada 2026, dengan opsi pengerjaan menggunakan beton agar lebih tahan lama.


Menanggapi hal itu, Mas Bupati Wiwit menekankan pentingnya perencanaan program CSR yang terstruktur. Ia meminta pemerintah desa menyusun kebutuhan konkret agar dapat disampaikan secara jelas kepada perusahaan.


Menurutnya, setiap perusahaan umumnya memiliki tema CSR yang berbeda, seperti lingkungan, sosial kemasyarakatan, atau bidang lainnya.


 “Kalau hanya minta tanpa konsep, perusahaan bingung. Tapi kalau ada tema, mereka pasti ikut. Pemerintah akan bantu menjembatani,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkab Jepara telah berkomitmen menjalin komunikasi rutin dengan pihak perusahaan setiap dua hingga tiga bulan. 


Pertemuan berkala ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, membahas peluang kolaborasi, sekaligus menyelesaikan potensi persoalan sejak awal. 


Dengan komunikasi yang terbuka dan terarah, Mas Wiwit berharap kontribusi sektor swasta melalui CSR dapat lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Menurutnya, infrastruktur menjadi kunci dalam pengembangan destinasi. 


Oleh karena itu, ia pun mengajak seluruh petinggi desa untuk berperan aktif dalam merumuskan arah pembangunan berbasis kearifan lokal. 


“Tanpa jalan yang layak, destinasi tidak bisa diakses. Maka infrastruktur dan pariwisata harus berjalan beriringan,” tegasnya. 


Sementara itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hajar, mengapresiasi program “Bupati Ngantor di Desa” yang dinilai mampu menjangkau langsung permasalahan warga. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved