Berita Banyumas
Sapi Kurban Jumbo di Banyumas Laris Manis, Harga Tertinggi Tembus Rp70 Juta
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di Banyumas mengalami kenaikan cukup signifikan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di Banyumas mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kenaikan harga bahkan mencapai sekitar Rp3 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut disampaikan Ikhsan Mujahid (60), peternak sapi di Ikhsan Farm, Desa Keramat, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Inilah Kliwon, Sapi Kurban Presiden untuk Kabupaten Pekalongan, Bisa Hasilkan 500 Kg Daging
Menurutnya, kenaikan harga dipicu stok sapi yang tidak terlalu banyak di pasaran, meski kondisi kesehatan ternak tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
"Kalau dulu biasanya iuran Rp3,5 juta sudah dapat sapi yang cukup baik, sekarang paling tidak sekitar Rp3,8 juta baru dapat sapi dengan kualitas seperti tahun kemarin," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia mengatakan, seluruh sapi di kandangnya dalam kondisi sehat dan sebagian besar sudah terjual menjelang Iduladha tahun ini.
"Alhamdulillah sapi-sapi di kandang kami semuanya sehat dan baik. Alhamdulillah juga sudah laku semua," katanya.
Ikhsan menjelaskan, tahun ini peternak lebih tenang karena tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah sekarang bersih PMK dan sapi-sapi tumbuh dengan baik," ucapnya.
Di kandang terdapat berbagai jenis sapi kurban, mulai dari limosin, simental, pigon, madura hingga madrasin.
Menurutnya, sapi pigon merupakan hasil crossing atau persilangan limosin dengan bibit sapi lainnya.
Adapun harga sapi yang dijual cukup beragam, tergantung ukuran dan jenisnya.
Untuk sapi ukuran jumbo, harga bisa mencapai Rp70 juta per ekor.
Sedangkan sapi ukuran standar dijual di kisaran Rp27,5 juta hingga Rp30 juta.
"Harga Rp70 juta itu untuk sapi yang paling besar. Kalau yang biasa rata-rata Rp27,5 juta sampai Rp30 juta," jelasnya.
Ia mengaku pemasaran sapi kurbannya tidak hanya di wilayah Banyumas dan Purwokerto, tetapi juga sampai Jakarta.
Salah satu pelanggan rutinnya berasal dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta.
Selain itu, pembeli juga berasal dari pelanggan tetap dan sejumlah instansi, termasuk Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Untuk menghasilkan sapi berukuran besar, Ikhsan menerapkan sistem penggemukan dengan pemilihan bibit sapi yang sudah bagus sejak awal.
Pakan yang diberikan berupa konsentrat, dedak, damen dan sedikit ampas tahu.
"Memang fokus kami penggemukan. Jadi kami cari sapi yang sudah bagus lalu dipelihara dengan pola penggemukan," katanya.
Ia menambahkan, kondisi kesehatan ternak juga rutin dipantau oleh petugas dari dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat.
"Rutin ada kunjungan untuk pemeriksaan kesehatan sapi," ujarnya. (jti)
Baca juga: Dispaperkan Wonosobo: Harga Sapi Kurban Melonjak di Pasar Hewan Wonolelo
| Kasus Pokir Fiktif, Ketua DPRD Banyumas Minta Fraksi PDIP Istirahatkan Samsudin Tirta |
|
|---|
| Gugatan Terhadap Bupati Banyumas di Kasus USB SMKN Lumbir Dinyatakan Kabur oleh PN Purwokerto |
|
|---|
| Kontraktor Asal Purbalingga Kena Tipu Anggota DPRD Banyumas, Ditawari Proyek Pokir Fiktif |
|
|---|
| Taman Maskemambang Purwokerto Destinasi Favorit Keluarga, Ini Tiket Masuk dan Fasilitasnya |
|
|---|
| Mahasiswa Pencuri Laptop di Unsoed Banyumas Ngaku Tak Punya Niat, Tapi Kebetulan Ruang Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260525_SAPI-JUMBO.jpg)