Berita Banyumas
6.708 ATS Banyumas Kembali Terjangkau Pendidikan, Tantangan Terbesar Ada di Usia SMA
Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) menunjukkan hasil signifikan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
6.708 ATS Banyumas Kembali Terjangkau Pendidikan, Tantangan Terbesar Ada di Usia SMA
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) menunjukkan hasil signifikan.
Dari total 7.178 anak usia sekolah yang terdata sebagai ATS, sebanyak 6.708 anak atau 93,45 persen telah berhasil ditangani.
Hal itu berkat Program Pasti Sekolah dan aplikasi Sistem Informasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (SIPATAS).
Namun di balik capaian tersebut, masih tersisa 470 anak yang membutuhkan perhatian serius.
Sebanyak 397 anak masih dalam proses penanganan, sedangkan 73 anak lainnya belum tertangani dan masih dalam tahap pelacakan serta verifikasi ulang.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) harus melibatkan seluruh pihak yang dekat dengan anak dan keluarga.
Hal itu disampaikan bupati dalam Rapat Koordinasi Progres Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyumas, Selasa (9/6/2026) di Pendopo Si Panji.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak.
Saya mendukung keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan dalam waktu dekat, Kabupaten Banyumas akan menambah 15 PKBM baru untuk memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat," kata bupati kepada Tribunbanyumas.com.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri menyebut penanganan ATS menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Terutama untuk memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh hak pendidikan yang layak.
Program tersebut tidak hanya ditujukan meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga menekan berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, perkawinan usia anak, pengangguran usia muda, hingga masalah sosial lainnya.
Melalui aplikasi SIPATAS, Dinas Pendidikan bersama perangkat wilayah, penilik, satuan pendidikan, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melakukan pendataan, verifikasi, dan intervensi terhadap anak-anak yang terindikasi tidak sekolah.
Berdasarkan pemutakhiran data per 8 Juni 2026, jumlah data dasar anak yang tercatat dalam sistem SIPATAS mencapai 15.458 anak.
| Kabar Gembira! Denda Tunggakan PBB-P2 di Banyumas Dihapus hingga 31 Agustus 2026 |
|
|---|
| Tipu-tipu Oknum Bank Mandiri Taspen, Korban Tembus 137 Orang Pensiunan Sudah Lapor Polisi |
|
|---|
| Eks Pegawai Mandiri Taspen Purwokerto Ditahan, Modus Putar Uang Nasabah ala Skema Ponzi |
|
|---|
| Sosok Syifa Dyah Puspita Wakili Banyumas di Putri Otonomi Indonesia 2026, Lolos 20 Besar Nasional |
|
|---|
| 1 dari 3 Pencuri di Alfamart Banyumas Berhasil Lolos dari Kejaran Karyawan dan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260609_banyumas2.jpg)