Tribun Jateng Hari Ini
Mobil Hybrid dan Listrik Kian Dilirik
Perubahan selera itu tercermin dalam gelaran Sauto Expo 2026 yang berlangsung di Mal Ciputra Semarang pada 12-17 Februari 2026.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah harga energi yang fluktuatif dan kesadaran lingkungan yang tumbuh, pilihan masyarakat mulai bergeser.
Mobil ramah lingkungan mulai naik posisi dari sekadar wacana menjadi pertimbangan nyata sebelum membeli kendaraan baru.
Awal 2026 menjadi momentum, mobil listrik dan hybrid tak lagi dipandang sebagai barang mahal atau eksperimental.
Pilihannya semakin banyak, harganya makin rasional, dan kehadirannya mulai menyasar kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mengantar anak sekolah, pulang kampung, hingga mobilitas keluarga.
Perubahan selera itu tercermin dalam gelaran Semarang Automotive Expo (Sauto Expo) 2026 yang berlangsung di Mal Ciputra Semarang pada 12-17 Februari 2026.
Pameran otomotif tahunan ini menghadirkan deretan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi yang lebih dominan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 11 dealer mobil dan empat dealer motor ambil bagian. Pilihan merek pun beragam, mulai dari BAIC, BYD, Polytron, Mitsubishi, Honda, Mazda, Suzuki, Geely, Wuling, Chery, hingga Daihatsu. Di segmen roda dua, Yamaha dan Honda turut meramaikan pameran.
Senior Project Manager MJA EO, Dian Citra Lestari mengatakan, momentum awal tahun yang berdekatan dengan Lebaran kerap menjadi periode peningkatan permintaan kendaraan baru. Kebutuhan mobilitas keluarga menjadi faktor utama.
“Awal tahun dan menjelang Lebaran biasanya permintaan mobil meningkat. Karena itu kami hadirkan berbagai pilihan agar konsumen lebih leluasa menentukan kendaraan impiannya,” katanya, Jumat (13/2).
Namun, yang menarik perhatian pengunjung bukan hanya promo atau diskon. Tren kendaraan ramah lingkungan terasa semakin kuat.
Sering ditanyakan
Mobil listrik dan hybrid kini lebih sering ditanyakan, seiring dengan bertambahnya model yang ditawarkan, khususnya dari produsen asal Tiongkok.
“Minat terhadap mobil listrik terus tumbuh. Konsumen sekarang punya lebih banyak opsi, dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran,” ucap Dian.
Satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran mobil listrik BYD Atto 1, yang diposisikan sebagai kendaraan listrik pemula.
Mobil yang dibanderol Rp 213 juta untuk harga on the road Jateng itu disebut-sebut menjadi pintu masuk bagi konsumen yang baru pertama kali mempertimbangkan kendaraan listrik.
Sales marketing BYD, Jefri Himawan menyebut, pameran itu tak sekadar menjadi ajang transaksi, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik.
“Kami menyasar pembeli pemula mobil listrik. Dari sisi harga dan spesifikasi, Atto 1 cukup relevan untuk pasar Semarang. Harapannya konsumen semakin yakin beralih ke kendaraan listrik,” jelasnya.
Sementara, pendekatan berbeda ditawarkan di segmen hybrid. Di stan Suzuki, dua model menjadi andalan, yakni Suzuki Fronx dan Suzuki XL7 Hybrid.
Keduanya menyasar segmen yang berbeda, namun sama-sama mengusung efisiensi bahan bakar.
Sales Suzuki, Yosia Axel mengungkapkan, XL7 Hybrid cukup diminati karena dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga, sementara Fronx lebih banyak dilirik konsumen muda.
“Rakitan akhir 2025 juga masih banyak dicari, karena biasanya promonya cukup menarik. Target (penjualan-Red) kami lima sampai delapan unit selama pameran. XL7 Hybrid paling banyak ditanyakan, terutama untuk kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Di awal tahun ini, pameran otomotif di Semarang tak lagi sekadar memamerkan produk baru.
Kehadirannya menjadi cermin perubahan cara pandang konsumen antara kebutuhan mobilitas, efisiensi biaya, dan keinginan ikut ambil bagian dalam transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. (Rezanda Akbar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sauto-expo-2026.jpg)