Tribun Jateng Hari Ini
Kepercayaan Investor Makin Pudar, IHSG Diproyeksi Masih Melemah
Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut pada perdagangan Kamis (4/6), dengan ditutup turun 1,70 persen ke level 5.839,78.
Bursa saham sempat sempat anjlok hingga 4,47 persen menyentuh level 5.644 pada perdagangan intraday sekitar pukul 10.03.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, tekanan terhadap IHSG masih berlanjut akibat tingginya ketidakpastian di pasar.
“Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor,” katanya, kepada Kontan, Kamis (4/6).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga turut melemah 0,45 persen ke level Rp 18.049 per dolar AS turut memberikan tekanan. Ini adalah kali pertama rupiah menembus di atas Rp 18.000 per dolar AS.
Dari eksternal, Alrich menuturkan, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi.
Secara sektoral, seluruh indeks sektor tercatat melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor industrial yang turun hingga 4,07 persen.
Secara teknikal, ia melihat indikasi pelemahan masih berlanjut. “Terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot,” jelasnya.
Untuk perdagangan Jumat (5/6), Alrich memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji level support di kisaran 5.700-5.800.
Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, pergerakan IHSG yang fluktuatif turut dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Menurutnya, pelaku pasar juga mencermati sentimen jangka pendek dari rebalancing indeks global FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026.
“Hal ini dapat memengaruhi pergerakan dana pasif asing yang menyesuaikan portofolionya,” ujarnya.
Dari global, ia menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang turut mendorong naiknya persepsi risiko investor.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Untuk perdagangan Jumat (5/6), Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.733 dan 5.602 serta resistance di 5.944 dan 6.075.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan mencermati perkembangan global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG. (Kontan/Muhammad Alief Andri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-di-pasar-modal.jpg)