Tribun Jateng Hari Ini
Ambruk Lagi, IHSG Jadi Indeks dengan Kinerja Terburuk di Dunia
Secara tahun berjalan, IHSG sudah mengalami penurunan sekitar 38 persen, sekaligus menjadi indeks dengan catatan terburuk di dunia.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tumbang 4,52 persen ke level 5.342 pada penutupan perdagangan Senin (8/6).
Secara tahun berjalan, IHSG sudah mengalami penurunan sekitar 38 persen, sekaligus menjadi indeks dengan catatan kinerja terburuk di dunia.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan, dalam pendekatan teknikal dan historical valuation band, secara tahun berjalan IHSG pada dasarnya sudah memasuki area deep correction.
"Secara statistik, area yang mulai dianggap fair stress bottom berada di kisaran 5.200–5.400, dengan asumsi normalisasi valuasi ke level mean minus 1–2 standar deviasi," katanya, kepada Kontan, Senin (8/6).
Namun, dalam kondisi risk appetite global yang masih lemah dan arus keluar asing yang berlanjut,
IHSG masih berpotensi melakukan overshoot menuju area 5.000–5.200 sebelum benar-benar membentuk stabilisasi, sehingga pola yang terbentuk lebih ke bottoming phase daripada titik dasar tunggal.
Dalam jangka pendek, IHSG saat ini memiliki support terdekat di area 5.300, dengan support berikutnya di 5.200 yang menjadi area krusial untuk menjaga struktur teknikal.
Jika tekanan berlanjut, area 5.000 menjadi support kuat berikutnya. Sementara, resistance terdekat berada di 5.500–5.650, dan resistance psikologis yang lebih kuat di level 6.000.
"Struktur pergerakan masih menunjukkan pola lower high lower low, sehingga setiap rebound cenderung bersifat teknikal dan belum mengindikasikan pembalikan tren secara penuh," jelasnya.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memproyeksikan sebelumnya IHSG memiliki peluang sebesar 61 persen untuk menyentuh level 5.530, di mana target itu telah tercapai pada perdagangan Senin (8/6).
Setelah level itu ditembus, berdasarkan perhitungan terbaru, IHSG kini memiliki probabilitas sekitar 72 persen untuk bergerak menuju level 5.080.
Meski demikian, proyeksi itu masih dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi pasar.
Namun, apabila tidak ada langkah cepat dan efektif dari pemerintah untuk memulihkan kepercayaan pasar, IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 5.080 dalam waktu relatif singkat.
Level tersebut juga semakin mendekatkan IHSG ke batas psikologis penting di kisaran 5.000. "Level yang harus diperhatikan saat ini adalah 5.180 – 5.380," kata Nico kepada Kontan, Senin (8/6). (Kontan/Rashif Usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-pasar-modal-bei.jpg)