Berita Brebes
Dirikan Dapur Umum, Bupati Paramitha Pastikan Penanganan Bencana di Brebes Maksimal
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memastikan pemerintah tak tinggal diam saat warganya terdampak bencana.
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memastikan pemerintah tak tinggal diam saat warganya terdampak bencana.
Berbagai langkah strategis jangka pendek hingga jangka panjang dilakukan Pemkab Brebes berkolaborasi dengan Pemprov Jateng.
Hal itu disampaikan Bupati Paramitha saat mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau pengungsian warga korban tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Rabu 18 Februari 2026.
Baca juga: Tona Korban Tanah Gerak Sirampog Brebes Berharap Janji Gubernur Ahmad Luthfi Direalisasikan
Paramitha juga mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng pada penanganan bencana di wilayahnya.
“Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," ujarnya.
Dalam peninjauan itu, Bupati Paramitha juga meminta agar masyarakat tak perlu panik. Pemerintah dipastikan hadir di tengah warganya di saat tertimpa musibah.
"Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Guyuran hujan deras tak membuat langkah Paramitha terhenti untuk terus melayani masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati Paramitha juga membagikan snack dan susu kepada anak-anak yang berada di pengungsian.
Ratusan paket snack dan susu langsung habis diserbu anak-anak.
Paramitha juga mengeluarkan jokes candaan dengan bahasa ngapak Brebesan bagi bapak-bapak.
"Bapane njaluk, bapane?"
"Bapane rokok apa susu?"
"Sehat ya sayang ya, nih susunya," kata Bupati Paramitha sembari mengelus balita di pengungsian.
Didepan para pengungsi, Bupati Paramitha menyebut jika telah mempersiapkan dapur umum.
"Semua ada beras, ada minyak, ada lauk pauk."
"Nanti hunian sementaranya itu sedang di kaji dulu, apakah bisa ditempat tinggali di sana atau nggak."
"Nanti kalau sudah bisa kita bangunkan hunian sementara," tuturnya.
Sementara untuk jangka panjang, kata Bupati Paramitha, pihaknya akan membangunkan hunian tetap.
"Setelah itu nanti kita akan mintakan ke Pak Gubernur untuk hunian tetap. Oke?"
"Baru nanti kita akan bantu lagi membangun hunian tetapnya," pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 175 kepala keluarga atau 532 jiwa terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pergerakan tanah di lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat mengarah ke aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog.
Hingga saat ini, pergerakan tanah dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.
Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedikitnya 143 rumah terdampak, dengan rincian 10 rumah rusak berat dan 124 rumah lainnya dalam kondisi terancam.
Selain itu, juga ada dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak. Akses utama jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles.
Kondisi terkini menunjukkan pergerakan tanah masih aktif akibat tingginya curah hujan di wilayah perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang masih tinggi. (pet)
Baca juga: BPBD Brebes Gerak Cepat Evakuasi 32 Korban Banjir Sirampog dan Salurkan Bantuan Logistik
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
bupati brebes
Brebes
bencana tanah bergerak
Paramitha Widya Kusuma
| Kasatpol PP Brebes Caridah Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude, Jadi Wisudawan Terbaik S3 UNNES |
|
|---|
| Klarifikasi Kepala Dinkes Brebes: Sewa Jeep Nakes di Karanganyar Murni Pakai Uang Pribadi |
|
|---|
| Jaga Kepercayaan Publik lewat Tata Kelola Keuangan, Pemkab Brebes Raih WTP dari BPK |
|
|---|
| Sumedang Lirik Waduk Malahayu Brebes dalam Pengelolaan Budidaya Ikan Tawar |
|
|---|
| Bupati Brebes Kecolongan? Nakes Habiskan Anggaran Rp 128 Juta Buat Rapat dan Plesiran Naik Jeep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260219_Bupati-Paramitha-mendampingi-Gubernur.jpg)