Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Siswi SMP Dibakar Paman di Semarang Utara Dipindahkan ke RSWN

Pemkot Semarang turun tangan dalam kasus yang menimpa siswi kelas 2 SMP, T, yang dibakar oleh pamannya sendiri di Semarang Utara.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 23 April 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penanganan kasus tragis yang menimpa seorang siswi kelas 2 SMP, T, yang menjadi korban pembakaran oleh pamannya sendiri di Semarang Utara.

Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih menyampaikan, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, telah memberikan instruksi kepadanya untuk segera menangani persoalan itu.

Kemudian, Siwi bersama jajaran kelurahan langsung melakukan koordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial, dan Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN) untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan perawatan medis yang layak.

Sebelumnya korban sempat terkendala biaya pengobatan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons sekaligus wujud perhatian Pemkot atas musibah yang dialami warganya.

"Kami juga sampaikan bahwa atas instruksi dari Ibu Wali Kota, kami lakukan atensi, intervensi terhadap korban. Yang pertama kami lakukan adalah berkoordinasi dengan DP3A terkait dengan pelindungan perempuan dan anak, karena ini korbannya adalah di bawah umur, SMP kelas 2," kata Siwi kepada Tribun Jateng, Rabu (22/4/2026).

Sebelumnya diberitakan, seoang remaja umur 15 tahun dibakar oleh pamannya sendiri.

Peristiwa itu terjadi kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 18.30.

Peristiwa itu dipicu oleh penolakan korban yang diminta oleh pamannya untuk mandi.

Siwi menjelaskan, proses penanganan dimulai dengan melakukan pendampingan dan asesmen mendalam bersama DP3A Kota Semarang.

Diketahui sebelumnya, korban sempat dibawa ke rumah sakit swasta, namun terpaksa dipulangkan oleh orang tuanya karena kendala biaya.

Melihat kondisi tersebut, pihak kecamatan bersama DP3A memindahkan korban ke RSWN untuk mendapatkan pengobatan intensif.

"Oleh karena tidak bisa di-cover oleh BPJS, karena kemarin kan dibawa ke rumah sakit swasta. Nah, setelah itu dengan adanya kami memberikan bantuan bersama DP3A, pendampingan DP3A, ini kami kirim ke RSWN untuk dilakukan pemeriksaan pengobatan secara intensif," jelasnya.

Kondisi luka bakar yang diderita korban dilaporkan mencapai 30 persen, yang meliputi area lengan kanan hingga bagian punggung.

Selain bantuan medis, Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk meringankan beban keluarga korban selama masa pemulihan.

"Luka sekitar 30 persen. Makanya kita evakuasi karena takutnya (luka) rentan sama bakteri, sama virus," imbuhnya. (Idayatul Rohmah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved