Breaking News:

Berita Semarang

BREAKING NEWS: BBPOM Gerebek Rumah di Kuala Mas Semarang, Ditemukan 769.595 Obat Pelangsing Ilegal

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek sebuah rumah di Jalan Kuala Mas Timur 12, Panggung Lor, Kecamatan Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek sebuah rumah di Jalan Kuala Mas Timur 12, Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (16/9/2020).

Rumah yang digerebek tersebut dijadikan tempat pengemasan obat pelangsing ilegal yang tak dilengkapi izin edar.

Dari penggerebekan, petugas menyita barang bukti obat pelangsing dalam bentuk kapsul sebanyak 769.595 butir kapsul.

Dieng Culture Festival DCF 2020 Resmi Digelar Mulai Hari Ini

Heboh Tawuran Perempuan di Bandarharjo Semarang, Polisi: Motifnya Masalah Cinta

Menteri Ida Fauziyah Pastikan BLT Batch III Untuk Karyawan Swasta Gaji di Bawah Rp 5 Juta Cair

BREAKING NEWS: 6 Kios di Jalan Kolonel Sugiono Semarang Terbakar

Petugas BBPOM Semarang mengamankan barang bukti obat ilegal yang disita dari sebuah rumah di Jalan Kuala Mas Timur, Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (16/9/2020)
Petugas BBPOM Semarang mengamankan barang bukti obat ilegal yang disita dari sebuah rumah di Jalan Kuala Mas Timur, Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (16/9/2020) (ISTIMEWA)

Obat dalam bentuk kapsul itu dikemas dalam 1.315 botol dan 22.477 plastik klip.

Dari perhitungannya, total nilai ekonomis obat ilegal tersebut lebih dari Rp 600 juta.

"Kami melakukan penertiban terhadap satu sarana yang kami duga memproduksi dan mengedarkan obat tanpa izin edar dengan jumlah total 769.595 kapsul," kata Kepala BBPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

Selain barang bukti obat pelangsing ilegal, BBPOM juga mengamankan dan memeriksa lebih lanjut seorang warga berinisial L yang diduga sebagai pelaku.

Pasalnya, warga tersebut telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman pidana terhadap pelaku yaitu 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar," ucapnya.

Ia menuturkan, penertiban atau penggerebekan yang dilakukan tersebut berdasarkan hasil pengawasan BBPOM.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved