Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Jateng Peroleh Penghargaan Ketahanan Pangan 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah peroleh penghargaan sebagai daerah peduli ketahanan pangan 2025 dari Kompas TV

Tayang:
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Humas Pemprov Jateng
Peroleh Penghargaan-Sekda Jateng Sumarno menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan,Jumat (12/9/2025) 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah peroleh penghargaan sebagai daerah peduli ketahanan pangan 2025 dari Kompas TV.

Apresiasi diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan kepada Sekretaris Daerah Sumarno pada perayaan Hari Ulang Tahun  Kompas TV ke-14 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025) malam.

"Mewakili Pak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Kompas TV atas kinerja ketahanan pangan di Jawa Tengah," ujar Sumarno.

Menurutnya, apresiasi itu bakal menjadi motivasi untuk  meningkatkan ketahanan pangan di Jateng. 

Baca juga: Ahmad Luthfi Aktifkan Lagi Sistem Jogo Tonggo dan Siskamling di Jawa Tengah

Terlebih Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai penumpu pangan nasional. 

Sumarno menyebut, Jateng  memiliki tantangan dalam menjaga ketahanan pangan. Sebab, pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Jateng ditetapkan menjadi penumpu pangan dan industri.  

"Pekerjaan beratnya karena Jawa Tengah menjadi penumpu pangan dan industri. Hal itulah yang harus dibuat keseimbangan," tuturnya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat terus memberi dukungan kepada Pemprov Jateng untuk terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. 

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi di Pulau Jawa yang memiliki andil besar pada ketahanan pangan nasional.

"Pekerjaan beratnya karena Jawa Tengah menjadi penumpu pangan dan industri. Hal itulah yang harus dibuat keseimbangan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyebut, sekitar 3,5 juta juta hektare lahan di Jawa Tengah, 1,5 juta hektare di antaranya merupakan zona hijau.

Zona hijau diharapkan terus dijaga sebagai lahan produktif untuk pertanian. Hal ini bertujuan untuk memperkuat posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

“Kami harapkan ini tidak diubah jadi zona pembangunan. Ini demi menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan,” tuturnya.

Terlebih, pada tahun 2024, Jateng telah menyumbang 18,8 persen dari total produksi pangan nasional. Jateng mampu  menjadi penopang utama program swasembada pangan. 

Berdasarkan data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sebanyak 91 persen lahan pertanian abadi atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jateng masih terlindungi dari alih fungsi lahan.

Angka itu jauh di atas target nasional sebesar 87 persen. Hal ini menjadikan Jateng sebagai salah satu provinsi dengan realisasi LP2B tertinggi secara nasional.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved