Berita Cilacap
Cilacap Panen Melimpah, Surplus Beras Capai 243 Ribu Ton
Kemarau basah yang terjadi tahun ini justru menjadi kesempatan bagi petani di Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan hasil panen.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung beras terbesar di Jawa Tengah meski menghadapi musim hujan yang tidak menentu.
Kabid Tanaman Pangan Dispertan Kabupaten Cilacap, Budi Kuspriyatno mengatakan, kemarau basah yang terjadi tahun ini justru menjadi kesempatan bagi petani untuk meningkatkan hasil panen.
"Hasil panen tetap terjaga dengan kualitas gabah yang baik, dan peluang kenaikan produksi cukup besar," kata Budi.
Baca juga: Kisah Petani Cilacap Buktikan Bisa Panen Melimpah dari Pekarangan Rumah
Baca juga: Kilang Cilacap dan Warga Kompak Bersih-bersih Lingkungan Donan
Hingga Agustus 2025, Cilacap berhasil mencatat surplus beras mencapai 243 ribu ton, menunjukkan ketahanan pangan lokal tetap terjaga.
Menurut Budi, turunnya hujan pada awal Oktober juga membantu petani di wilayah barat Cilacap mempercepat proses tanam sehingga musim panen lebih optimal.
"Luasan tanam pada Oktober diperkirakan 2.485 hektare, November 13.902 hektare, dan Desember 25.144 hektare," tambahnya.
Dia berharap dengan menanam secara bersamaan, pengelolaan air dan pengendalian hama bisa lebih efektif, sehingga produktivitas sawah meningkat.
Meskipun saat ini sudah memasuki musim tanam MT I, Budi menjelaskan bahwa area persawahan seluas 7.466 hektare akan panen pada Oktober dan 3.218 hektare pada November dari hasil tanam MT III 2024/2025.
Menurutnya, panen yang merata dan terjadwal dengan baik menjadi kunci bagi petani untuk menjaga stabilitas pasokan beras dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
"Panen yang terjadwal dengan baik akan membantu menjaga stabilitas pasokan beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengingatkan pentingnya kolaborasi antar petani untuk memanfaatkan sistem irigasi secara efisien agar hasil panen bisa maksimal dan kualitas gabah tetap terjaga.
Dengan kondisi ini, Cilacap diprediksi mampu terus menyuplai beras bagi kebutuhan regional bahkan berpotensi mendukung swasembada pangan nasional di tahun-tahun mendatang. (*)
| Viral Supriadi Napi Kasus Korupsi Ngopi Bebas di Cafe Langsung Dipindah ke Nusakambangan |
|
|---|
| Detik-Detik Pasien Jatuh dari Lantai 3 RSUD Cilacap, Sempat Ditahan Keluarga |
|
|---|
| Pasien RSUD Cilacap Tewas Usai Lompat dari Lantai Tiga, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap |
|
|---|
| Ramai Soal "El Nino Godzilla" Ancam Kemarau Panjang, BMKG Cilacap Buka Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Istri Gugat Cerai Suami Mendominasi Angka Perceraian di Cilacap, 3 Bulan Capai 1.461 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251012-_-Petani-Cilacap-Panen-Padi.jpg)