Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Menu MBG Berbelatung di Wonosobo, Dinas Kesehatan Beri Penjelasan

Viral di media sosial hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonosobo, Jateng berbelatung.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Tiktok @_arstory
ILUSTRASI - Sebuah makanan berbelatung viral di media sosial. Di Wonosobo, Menu MBG berbelatung juga ramai dibicarakan baru baru ini,. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonosobo, Jateng berbelatung.

Belatung itu terlihat bergerak-gerak di makanan yang hendang disantap oleh para siswa SD.

Diketahui menu MBG berbelatung itu terjadi di SD Negeri 2 Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Baca juga: Minta MBG Aman Dikonsumsi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Cek Proses Produksi SPPG Gedawang Semarang

Baca juga: Puluhan Siswa SMAN 1 Bukateja Diare Usai Santap MBG, Sampel Makanan Kunci Sudah Hilang

Baca juga: Pemkab Wonosobo Awasi Legalitas SPPG dan Kepatuhan Izin PBG di Tengah Perluasan Program MBG

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya telah dilengkapi dengan sistem mitigasi keamanan pangan yang ketat sejak awal. 

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden viral berupa temuan belatung dalam lauk tahu di SD Negeri 2 Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

“Sejak SPPG pertama berdiri pada 13 Januari, kami sudah melakukan mitigasi risiko keamanan pangan,” kata Jaelan saat dikonfirmasi, Sabtu (18/10/2025).

Jaelan memastikan, makanan yang ditemukan berbelatung tidak sempat dikonsumsi siswa, dan langsung dikembalikan ke dapur penyedia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), oleh pihak sekolah.

“Hasil penelusuran kami menunjukkan, kejadian hanya di satu sekolah, yakni SD 2 Kalikarung. Sementara di SD 1 Kalikarung, hasil uji organoleptik tidak ditemukan kontaminasi,” ujarnya.

Menurut Jaelan, sistem keamanan pangan pada program MBG di Wonosobo mencakup seluruh rantai produksi makanan, dari pengadaan bahan baku, pengolahan di dapur, distribusi, hingga pengawasan di sekolah.

“Kami punya mekanisme berlapis. Ada pengawasan harian, uji organoleptik sebelum makanan disajikan, serta pembinaan rutin terhadap tenaga dapur agar semua sesuai dengan standar kelayakan konsumsi,” jelasnya.

Setiap dapur SPPG diwajibkan mematuhi protokol Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP).

Hal ini mencakup penggunaan bahan segar, peralatan bersih, hingga pengantaran makanan maksimal dua jam setelah selesai dimasak.

“SPPG itu bukan sekadar dapur biasa. Mereka wajib menjaga suhu makanan, kebersihan peralatan, hingga jadwal distribusi agar tidak ada potensi tumbuhnya mikroba atau larva,” imbuh Jaelan.

Meski mitigasi telah berjalan, Jaelan menyebut insiden di Kalikarung tetap dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan.

 “Kami tidak menutup mata. Walaupun mitigasi sudah jalan sejak awal, kejadian di Kalikarung tetap kami jadikan pembelajaran untuk memperkuat kontrol kualitas di lapangan,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Wonosobo, pelaksanaan program ini didukung oleh jaringan dapur SPPG di setiap kecamatan yang melayani ribuan penerima manfaat setiap harinya. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved