Berita Demak
Penggerebekan Dugaan Perselingkuhan Kades Bedono Demak Berujung Saling Memaafkan
Warga dibuat heboh setelah Kepala Desa Bedono berinisial AS didatangi warga saat berada di rumah seorang perempuan.
Penulis: faisal affan | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Dukuh Kadilangon, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dibuat heboh setelah Kepala Desa Bedono, Kecamatan Sayung, berinisial AS didatangi warga saat berada di rumah seorang perempuan berinisial FT, Minggu (30/11/2025) malam.
Usai kejadian, AS langsung diamankan ke Polsek Mranggen untuk dimintai keterangan.
Ketua RT setempat, Maskuri (37), mengatakan bahwa warga mendatangi rumah FT setelah menerima laporan, namun kedatangan mereka tidak dalam bentuk penggerebekan.
Baca juga: Pria 26 Tahun di Betokan Demak Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Matoa
“Sebenarnya tidak menggerebek ya. Warga datang ke rumah Bu FT juga sopan, salam dulu. Setelah dibuka, saya lihat Pak AS tertidur di ruang tamu, sedangkan Bu FT di dalam kamar. Tidak satu ruangan,” ujar Maskuri, Selasa (2/12/2025).
Setelah memastikan situasi, warga kemudian membawa AS dan FT ke Polsek Mranggen.
Kapolsek Mranggen, AKP Kumaidi, menjelaskan bahwa peristiwa yang sempat membuat warga geger tersebut merupakan kesalahpahaman.
“Saya kira awalnya juga begitu. Warga bilang ada lurah selingkuh. Tapi setelah saya mintai keterangan, tidak demikian. Itu salah paham,” ujarnya.
AKP Kumaidi menerangkan bahwa AS berada di rumah tersebut untuk menunggu antrean pijat di tempat langganannya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi.
“Jadi 50 meter dari rumah saudaranya itu ada tempat pijat dan kebetulan sedang antre. AS nunggu antrean di rumah saudaranya itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, AS sudah berkomunikasi sebelumnya dengan pemilik rumah—yang merupakan saudaranya—dan sekalian membawa obat untuk anak saudaranya yang sedang sakit.
“AS ini sudah komunikasi sebelumnya. Saudaranya bilang kalau anaknya lagi sakit. Jadi AS sekaligus bawakan obat. Memang kebetulan di dalam rumah itu cuma ada AS, istri dan anak saudaranya,” tambahnya.
Sementara itu, suami FT, Akmal, membenarkan bahwa dirinya masih satu keluarga dengan AS.
“Saya dan Pak AS itu kakak sepupu. Karena saya di luar kota, saya minta tolong untuk mengantarkan obat alergi buat istri dan obat buat anak saya yang sakit,” kata Akmal.
Ia mengaku langsung pulang setelah mendengar kabar tersebut.
“Saya kaget juga heran. Lha AS ini kan keluarga saya, kok warga salah paham. Baru sampai Indramayu, saya langsung pulang naik pesawat untuk mengklarifikasi kejadian ini,” ujarnya.
Atas kejadian itu, Unit Reskrim Polsek Mranggen memfasilitasi mediasi antar pihak.
Baik keluarga AS maupun keluarga FT sepakat saling memaafkan dan menyatakan bahwa peristiwa tersebut murni salah paham. (afn)
Baca juga: Terungkap Sosok Driver Ojol Terekam CCTV Curi Uang di Toko Sembako Sayung Demak, Warga Kota Semarang
| Polres Demak Lakukan Penyelidikan Intensif Kasus Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Alat Berat, Warga Demak Berjuang Sendiri Membersihkan Lumpur 50 Cm Usai Banjir |
|
|---|
| Aksi Saling Lempar Batu saat Orkes Ricuh di Demak Lukai Dua Warga, Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
| Viral Polisi Gendong Bocah Korban Pelemparan Batu Kericuhan Orkes di Demak |
|
|---|
| Perang Sarung di Demak, 4 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Sabetan Parang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251130_memaafkan-usai-kejadian-penggerebekan.jpg)