Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Jawa Tengah Jadi Pilot Project Nasional, Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2026

Jawa Tengah ditetapkan sebagai pilot project nasional pengentasan kemiskinan ekstrem oleh Kemensos.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/budi susanto
BERI KETERANGAN - Wemensos RI, Agus Jabo Priyono, saat membeberkan dua skema pengentasan kemiskinan dengan sasaran 1.298 desa di Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025). Keterangan tersebut dipaparkan Wemensos saat berkunjung ke Desa Ngesrep Balong Kabupaten Kendal. (TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Jawa Tengah ditetapkan sebagai pilot project nasional pengentasan kemiskinan ekstrem

Program tersebut telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki tahun kedua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah per Maret 2025, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 9,48 persen atau setara dengan 3,37 juta orang.

Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2023 mencatat tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 1,1 persen, atau diperkirakan mencapai 350-360 ribu jiwa dari total penduduk 32-33 juta orang.

Meski demikian Wemensos RI, Agus Jabo Priyono, mengatakan target 2026 kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dapat ditekan hingga nol persen.

“Kami optimis karena sejumlah program sudah berjalan. Jawa Tengah menjadi wilayah kunci mengingat jumlah desa yang membutuhkan pemberdayaan masih besar,” ujarnya saat ditemui Tribun Jateng di Desa Ngesrep Balong Kabupaten Kendal, Kamis (11/12/2025).

Baca juga: Pemkab Tegal Luncurkan Progam Warteg Upaya Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem 

Menurutnya, terdapat 9 desa percontohan yang ditetapkan sebagai desa berdaya. Desa-desa ini merupakan usulan Dinas Sosial Jawa Tengah dan Komisi E DPRD Jateng.

Selain itu, 1.298 desa di Jawa Tengah masih memerlukan program pemberdayaan ekonomi mengingat sebaran kemiskinan tertinggi berada di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Agus Jabo menuturkan sejumlah wilayah seperti Brebes, Pemalang, dan Kendal menjadi fokus intervensi karena sebelumnya memiliki jumlah penduduk miskin ekstrem tinggi.

Di Brebes, tercatat lebih dari 2.000 warga masuk kategori ini.

Ia menambahkan bahwa program pemberdayaan yang dilakukan telah menunjukkan hasil. 

"Beberapa produk kerajinan dari desa berdaya, seperti dari Kalisalak, Banyumas, bahkan sudah didistribusikan hingga Amerika," terangnya.

Dijelaskannya Kemensos menerapkan dua skema percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Pertama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diwajibkan melakukan graduasi setidaknya 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap tahun.

Baca juga: Kemiskinan Ekstrem di Pati Turun Drastis ke 0,6 Persen, Target 2025 Tuntas

Kedua, pembangunan dan penguatan kampung-kampung berdaya melalui kolaborasi lintas lembaga.

"Program pengentasan kemiskinan ekstrem ini telah berjalan satu tahun. Pemerintah optimistis target nasional dapat tercapai sesuai rencana pada 2026," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved