Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penemuan Mayat

Kronologi Penemuan Mayat Wanita di Tayu Pati

Warga Dukuh Widengan, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan mayat.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
EVAKUASI JENAZAH - Polisi mengevakuasi jasad seorang perempuan berinsial NH (33), warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, yang ditemukan tewas di area tambak ikan Dukuh Widengan, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Minggu (21/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Warga Dukuh Widengan, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di sebuah tambak ikan milik warga, Minggu (21/12/2025) pagi. 

Korban diketahui berinisial NH (33), warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso.

Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, mengonfirmasi bahwa jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang saksi bernama Satuan (48). 

Saat itu, saksi sedang berada di sekitar area tambak dan melihat sesosok tubuh yang sudah tidak bernyawa.

Baca juga: Semarang–Bandung Cuma 50 Menit Gunakan Wings Air, Alternatif Baru Libur Nataru

Baca juga: Muscab IBI Kota Tegal, Dedy Yon Apresiasi Peran Bidan dalam Pembangunan Kesehatan

"Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat dan warga lainnya, yang selanjutnya segera dilaporkan ke Polsek Tayu," ujar AKP Aris dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/12/2025).

Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Tayu bersama tim medis dari Puskesmas Tayu 1 segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Pemeriksaan medis luar dipimpin langsung oleh dr. Ida dari Puskesmas Tayu 1. Berdasarkan hasil visum, tim medis menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. NH diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tujuh jam sebelum ditemukan.

AKP Aris Pristianto menjelaskan bahwa penyebab kematian diduga kuat karena korban tenggelam. Selain itu, berdasarkan informasi dari pihak keluarga melalui perangkat desa, korban diketahui memiliki riwayat penyakit tertentu dan kondisi khusus.

"Diduga korban mengalami serangan sakit epilepsi saat berada di lokasi. Informasi dari saksi di lapangan juga menyebutkan bahwa korban dalam kondisi disabilitas," ungkap AKP Aris.

Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh Pemerintah Desa Tunjungrejo, menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah NH.

"Atas kejadian tersebut, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Jenazah telah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, diperkuat dengan surat pernyataan resmi," pungkas AKP Aris. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved