Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Purbalingga

145 Pekerja PT Sung Shim Purbalingga Terkena PHK 

Suasana lengang terasa di kawasan pabrik PT Sung Shim Internasional di Kelurahan Kalikabong, Kabupaten Purbalingga.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Farah Anis Rahmawati
Pabrik Bulu Mata Palsu — Suasana di sekitar pabrik bulu mata palsu PT Sung Shim Internasional di Kelurahan Kalikabong Purbalingga, Senin (29/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Suasana lengang terasa di kawasan pabrik PT Sung Shim Internasional di Kelurahan Kalikabong, Kabupaten Purbalingga. Area yang dahulu dipenuhi aktivitas ratusan pekerja kini tampak lebih sunyi, seiring munculnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda perusahaan tersebut.

Dinas Ketenagakerjaan (Dinnaker) Kabupaten Purbalingga, melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Yesu Dewayana mengatakan, sekitar dua pekan yang lalu sebanyak 145 karyawan resmi di PHK dari perusahaan tersebut. 

"Betul, kemarin ada sekitar 145 karyawan yang terpaksa harus di PHK. Namun terkait proses PHK sendiri kemarin alhamdulilah berjalan lancar dengan Perjanjian Bersama (PB). Jadi, ada kesepakatan terkait pesangon dan hak-hak pekerja, meskipun memang tidak bisa 100 persen dipenuhi," terangnya saat dijumpai tribunjateng.com, Senin (29/12/2025). 

Baca juga: Laporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pati Meningkat

Baca juga: Hendi Usai Serahkan Estafet Kepemimpinan PDIP Kota Semarang kepada Endro: Saya Mau Berdagang

Baca juga: Pasutri Gen Z Asal Tegal Bahagia Dapat Buku Nikah Setelah Ikuti Isbat, Status Jelas dan Lebih Lega

Pasca PHK tersebut, pihaknya menyatakan PT Sung Shim kini hanya menyisakan sekitar 70 orang pekerja yang masih bertahan. 

"Meskipun sekarang karyawannya tinggal 70 orang, kami harap jangan sampai tutup. Mudah-mudahan kedepan bisa tetap bertahan dan semoga saja order tetap ada," katanya. 

Untuk diketahui, PT Sung Shim Internasional merupakan salah satu perusahaan bulu mata palsu asal Korea Selatan yang telah lama berdiri di Purbalingga sejak tahun 90an. 

Sebelumnya, perusahaan tersebut memiliki cabang di Tegal, namun saat ini telah resmi tutup dan dijual. Sehingga, Purbalingga menjadi satu-satunya lokasi operasional yang masih tersisa. 

"Padahal, dahulu karyawannya banyak, bisa sampai 800 an orang," ujarnya. 

Terkait penyebab PHK sendiri, pihaknya menyebut terdapat beberapa faktor, salah satunya ialah persaingan industrial yang kini semakin ketat. 

Disisi lain, biaya tenaga kerja di beberapa negara maju saat ini juga lebih murah, ditambah dengan penggunaan mesin produksi. Sehingga hal tersebut membuat order ke perusahaan di Purbalingga semakin menurun. 

"Memang sekarang persaingan semakin berat. Ongkos tenaga kerja semakin murah, terutama persidangan dengan China sekarang juga sudah banyak. Meskipun disisi keterampilan kita unggul, tapi kita kalah di efisiensi biaya," tuturnya. 

Sementara itu, dengan bertambahnya jumlah pekerja yang terkena PHK di PT Sung Shim Internasional, kini kian memperpanjang daftar pemutusan hubungan kerja di Kabupaten Purbalingga sepanjang tahun 2025 ini. 

Yesu mengatakan, hingga bulan Desember ini, tercatat sebanyak 602 pekerja dari sembilan perusahaan telah mengalami PHK. Meskipun demikian, jumlah tersebut menurutnya masih jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah 12 ribu orang. 

“Hingga Desember tercatat sekitar 602 pekerja yang terlapor mengalami PHK. Namun angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 12 ribu orang,” katanya.

Yesu menilai, adanya perbedaan yang signifikan tersebut dipengaruhi oleh mulai membaiknya situasi global. 

"Mungkin karena krisis di luar negeri sudah mulai membaik, stabilitas ekonomi dunia dan Indonesia juga sudah lebih stabil. Sehingga order sekarang mulai berjalan, meskipun tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap, jumlah ini bisa menurun, syukur-syukur jangan sampai ada PHK lagi di tahun depan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved