Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Bug Hunter Muda Asal Purbalingga Ingin Jadi Polisi Siber

Bug hunter muda asal Purbalingga, Aan Rehan, ia ingin berkontribusi pada negara dengan menjadi polisi siber.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 8 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Bug hunter muda asal Purbalingga, Aan Rehan, bercita-cita menjadi polisi siber. Bug hunter adalah pemburu celah keamanan digital.

Lewat profesi itu, pemuda asal Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, tersebut ingin berkontribusi pada negara dengan keahliannya. 

Dalam usia yang terbilang masih remaja, baru 18 tahun, Rehan telah memiliki rekam jejak yang lumayan panjang sebagai bug hunter.

Puluhan sertifikat yang datang dari pelbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah, unibersitas, media nasional, hingga lembaga internasional, itu menjadi pengakuan atas kiprah Rehan. 

Selain sertifikat pengakuan dari berbagai instansi, Rehan mengatakan, juga mendapatkan fee atau gaji dari bug hunting yang ia jalani.

Salah satu gaji pertamanya datang dari sebuah sayembara di luar negeri.

Dari sayembara tersebut ia berhasil meraup hingga 300 dolar atau sekitar Rp 5 juta. 

"Di Indonesia, untuk fee-nya itu jarang. Mungkin karena masih jarang juga ya bug hunter itu, malah saya dapatnya itu di luar negeri, kemarin dapat gaji pertama sekitar 300 dolar," kata Rehan kepada Tribun Jateng, Minggu (4/1/2026).

"Itu pun di sistem kerentanan yang paling rendah," sambungnya. 

Meskipun tidak selalu mendapatkan gaji saat melakukan bug hunting, alumnus Jurusan Agribisnis SMK Mambaul Ulum Tunjungmuli (Mutu), Karangmoncol, itu mengaku tetap bersemangat untuk belajar.

Rehan bahkan berencana untuk bisa mengakses kerentanan pada level yang lebih tinggi. 

Dukungan Orang Tua 

Adapun keberhasilan Rehan selama ini rupanya tidak luput dari dukungan orang tua dan guru di sekolah sebelum ia lulus.

Menurutnya, saat sekolah guru selalu memberikan dukungan kepada Rehan agar tetap semangat belajar. 

Rehan tidak datang dari keluarga kaya.

Ayahnya seorang kuli bangunan, sedangkan ibunya ibu rumah tangga.

Kendati demikian, kata Rehan, ayah dan ibunya sangat mendukung dengan memberikan fasilitas berupa handphone baru.

Ia juga menjadi satu-satunya anak dari dua bersaudara yang berkecimpung dalam dunia siber. 

"Selama ini saya kalau bug hunting itu pakai HP, dulu HP saya cuma RAM 3,” kata Rehan.

“Sekarang udah upgrade, dibelikan oleh orang tua buat melanjutkan bug hunting ini," sambungnya. 

Hingga kini, hampir seluruh aktivitas bug hunting masih ia lakukan melalui ponsel.

"Sebenarnya kalau mau lebih gampang pakai laptop, tapi saya belum bisa beli. Jadi, sementara pakai hp dulu," ujarnya. 

Setelah lulus dari SMK, tahun lalu, kini  Rehan menjalani masa gap year.

Aktivitasnya sehari-hari masih diisi dengan membantu kedua orang tua dan berburu celah keamanan sembari belajar bersama komunitas.

Rehan mengaku, bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang Teknik Informatika. 

Dia juga bermimpi menjadi bagian dari tim siber kepolisian. 

Menurut dia, saat ini sistem keamanan di Indonesia, termasuk di tempat tinggalnya di Purbalingga, sendiri masih cukup rentan.

Salah satu penyebab utamanya adalah, jarangnya dilakukan pembaruan sistem dan lemahnya pengelolaan keamanan.

Oleh karena itu, ia pun ingin terus belajar dan berkontribusi bagi negara melalui bug hunter. 

"Saya ingin terus berkontribusi buat negara. Semoga saja kedepan pemerintah juga lebih memperhatikan soal keamanan siber dan membuka lebih banyak peluang kerja di bidang ini," tandasnya. (Farah Anis Rahmawati)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved