Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Pati

Daftar 13 Titik Longsor di Tlogowungu Pati, Warga Terisolasi

Tanah longsor juga menimbun 13 lokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Kompas.com/(KOMPAS.com/ Kafi)
LONGSOR - Jalan penghubung Pulingan-Pangonan di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati tertutup tanah longsor yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) malam.(KOMPAS.com/ Kafi) 

TRIBUNJATENG.COM - Kabupaten Pati Jawa Tengah tidak hanya diterjang banjir bandang.

Tanah longsor juga menimbun 13 lokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Longsor yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) malam itu bahkan membuat warga terisolasi.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut membuat akses jalan tertutup total. 

Baca juga: BPBD Pati: Puluhan Desa di Sembilan Kecamatan Alami Banjir dan Tanah Longsor

Baca juga: Foto-foto Banjir Bandang Terjang Desa Bulumanis Kidul Pati

Kondisi parah terpantau di jalan Penghubung Dukuh Pulingan dan Pangonan.

Ruas ini tertutup, sehingga akses warga lumpuh total.

Dikutip tribunjateng.com dari kompas.com pada Sabtu (10/1/2025), kendaraan tidak bisa melalui jalan penghubung Pulingan-Pangonan.

Ada sejumlah warga yang memotong pohon untuk akses pejalan kaki.

Di Dukuh Pulingan, warga setempat juga gotong royong membantu rumah yang terdampak longsor.

Salah satu warga Dukuh Pulingan, Santoso, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun intensitas hujan meningkat sekitar pukul 19.30 WIB hingga memicu longsor sekitar pukul 21.00 WIB.

“Perkiraan longsor terjadi sekitar jam sembilan malam. Ada lima titik longsor di sepanjang jalan Pulingan–Pangonan,” ujar Santoso, Sabtu (10/1/2026).

Akibat longsor tersebut, akses utama warga tertutup total.

Tanah menimbun badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Kondisi ini membuat warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa.

“Jalan tertutup total. Warga tidak bisa beraktivitas, bahkan anak-anak sekolah tidak bisa berangkat karena akses ke sekolah tidak bisa dilewati,” lanjutnya.

Warga berharap adanya bantuan alat berat dari pemerintah untuk membersihkan material longsor.

Menurut Santoso, jika hanya mengandalkan kerja bakti warga, proses pembersihan bisa memakan waktu hingga tiga hari.

“Kalau tidak dibantu alat berat, warga tidak sanggup membersihkan tanah sebanyak ini,” katanya.

Hal senada disampaikan Amin, warga Dukuh Pulingan. Ia menyebut jalur dari Dukuh Pulingan menuju Dukuh Pangonan benar-benar lumpuh.

“Jalan lumpuh total, talud jalan juga ambrol. Anak sekolah juga tidak bisa sekolah,” ucap Amin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Gunungsari, Ngarjono, menyampaikan bahwa Dukuh Pulingan dihuni sekitar 160 kepala keluarga yang terbagi dalam tiga RT.

Pemerintah desa telah menyiapkan langkah penanganan darurat dengan mendatangkan alat berat.

“Rencananya hari ini alat berat sampai di Desa Gunungsari. Kalau sudah ada alat berat, jalan penghubung antara Dukuh Pulingan dan Pangonan bisa digunakan kembali.

Pengerjaannya diperkirakan satu hari selesai,” jelas Ngarjono.

Ia menambahkan, pihak desa telah berkoordinasi dengan Camat Tlogowungu dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Pati, Sudewo, melalui surat resmi.

Tak hanya di Dukuh Pulingan, longsor juga terjadi di Dukuh Pangonan. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved