Berita Cilacap
Dipastikan, Flyover Kroya Cilacap Belum Bisa Dibangun Tahun Ini
Rencana pembangunan flyover di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap dipastikan kembali diundur karena keterbatasan anggaran.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Rencana pembangunan flyover di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap dipastikan kembali diundur.
Di sisi lain, kemacetan di Perempatan Kroya, Kabupaten Cilacap kini semakin parah, mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di jalur selatan Jawa Tengah ini pun terhambat.
Kemacetan di titik simpul pertemuan arus dari Banyumas, Yogyakarta, hingga pusat Kota Cilacap tersebut hampir terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Baca juga: 57.924 Warga Jateng Pilih Kerja Keluar Negeri, Cilacap Paling Banyak Berangkat Tujuan Favorit Taiwan
• Mulai Besok Senin, Pendaftaran Lapak Dandangan Kudus 2026, Ini Syarat dan Biaya Sewanya
• Pilu Warga Sumberrejo Jepara, 3 Hari 2 Kali Banjir Bandang, 375 Jiwa Terdampak
Kepadatan lalu lintas semakin parah ketika kereta api melintas karena palang pintu menutup cukup lama dan menyebabkan antrean kendaraan mengular di jalur nasional.
Kondisi ini membuat waktu tempuh warga bertambah drastis dan berdampak langsung pada aktivitas kerja, sekolah, distribusi barang, hingga layanan publik di wilayah Kroya.
Seorang warga Kroya Cilacap, Rudi menyebut, kemacetan sudah menjadi persoalan menahun yang belum menemukan solusi nyata hingga saat ini.
“Setiap pagi dan sore hari pasti macet. Apalagi kalau ada kereta api yang melintas, bisa lebih dari 30 menit kendaraan tidak bergerak,” ujar Rudi.
Dia berharap Pemkab Cilacap tetap menghadirkan solusi jangka pendek untuk mengurangi kemacetan Perempatan Kroya, seperti penambahan petugas lalu lintas dan rekayasa arus kendaraan.
Harapan masyarakat terhadap realisasi pembangunan Flyover Kroya Cilacap kembali menguat karena proyek tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengurai kemacetan.
Baca juga: Syamsul Yakin Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Daerah, Pemkab Cilacap Siap Garap Potensi Jasela
• Pelan-pelan Lintasi Pantura Juwana-Rembang, Banyak Motor Mogok Terjang Banjir 30 Sentimeter
• Sabtu Malam Aimar Tewas Kecelakaan di JLS Salatiga, Motor Tabrak Tronton Hingga Ringsek
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cilacap, Djasun menyampaikan, pembangunan flyover di Kroya belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
“Waktu itu kami sudah berkomunikasi dengan Kemenhub. Tetapi karena ada keterbatasan anggaran, untuk wilayah Kroya belum bisa dilaksanakan tahun ini,” kata Djasun.
Menurut Djasun, Pemerintah Pusat saat ini memprioritaskan pembangunan flyover di Randegan, Kecamatan Sampang, yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2028.
“Insya Allah di Randegan, berdasarkan hasil zoom dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian, pada 2028 mulai dibangun dengan skema KPBU atau kerja sama pemerintah dan badan usaha,” jelasnya.
Dia menambahkan, proyek tersebut nantinya berpotensi dikerjakan oleh sejumlah BUMN konstruksi seperti Adhi Karya, Waskita Karya, maupun badan usaha lainnya.
“Yang fix sementara itu. Mudah-mudahan tidak ada perubahan, karena kondisi perekonomian Indonesia sekarang memang sedang seperti ini,” tuturnya. (*)
| Viral Supriadi Napi Kasus Korupsi Ngopi Bebas di Cafe Langsung Dipindah ke Nusakambangan |
|
|---|
| Detik-Detik Pasien Jatuh dari Lantai 3 RSUD Cilacap, Sempat Ditahan Keluarga |
|
|---|
| Pasien RSUD Cilacap Tewas Usai Lompat dari Lantai Tiga, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap |
|
|---|
| Ramai Soal "El Nino Godzilla" Ancam Kemarau Panjang, BMKG Cilacap Buka Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Istri Gugat Cerai Suami Mendominasi Angka Perceraian di Cilacap, 3 Bulan Capai 1.461 Kasus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260111-_-Lalu-Lintas-Perempatan-Kroya-Cilacap.jpg)