Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jadi Plt Bupati Pati, Chandra Segera Kumpulkan Camat dan Pimpinan OPD

WAKIL Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, resmi ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, setelah Sudewo terjerat OTT KPK.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 22 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Waki; Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, resmi ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati.

SK penugasan Plt tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang bertindak sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur, kepada Chandra di Ruang Paringgitan Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026). 

Hal ini menyusul penetapan Bupati Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sudewo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, pada Selasa (20/1/2026) malam.

Sehari sebelumnya, pada Senin (19/1), KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan dalam praktik jual-beli jabatan perangkat desa.

Penunjukan Plt Bupati Pati ini menindaklanjuti radiogram dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Gubernur menindaklanjutinya dengan menerbitkan Surat Nomor 131/0000757 bertanggal 20 Januari 2026.

Isi suratnya menugaskan Wakil Bupati Pati untuk melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Pati, sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 66 ayat (1) huruf c. 

“Saya nitip kepada Mas Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati, bisa mengoordinasikan, memberikan ketenangan, ketenteraman, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menyerahkan surat penugasan di Pendapa Kabupaten Pati.

Sebelumnya, Risma Ardhi Chandra merupakan Wakil Bupati Pati periode 2025-2030.

Dia maju ke Pilkada 2024 mendampingi Sudewo.

Pada Pilkada 2024, pasangan Sudewo-Risma yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), itu menang dengan perolehan 53,54 persen suara.

Chandra lahir di Semarang, pada 11 Mei 1976.

Sebelum terpilih sebagai wakil bupati, alumnus Unika Soegijapranata (Unika) Semarang itu merupakan seorang pengusaha. 

Dia mengawali karier dengan bekerja di PLN bidang IT (2001–2005).

Setelah empat tahun bekerja di sana, ia punya perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi di Pati.

Pada tahun 2007, bisnisnya mulai merambah ke sektor perikanan, waktu itu bernama CV Dua Putra. Kemudian, pada tahun 2015, perusahaannya berkembang menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. 

Berbekal pengalaman jadi pengusaha, Chandra akhirnya terjun ke dunia politik.

Pada 23 Agustus 2024, persis tiga bulan sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak, ia resmi bergabung dengan PKB.

Taj Yasin juga menekankan pentingnya soliditas dan profesionalitas aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Pati dalam bekerja.

Dia berpesan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar mendukung Plt Bupati Pati dalam mengemban tugasnya.

Dia juga meminta TNI-Polri mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga kondusivitas wilayah, serta memitigasi potensi dampak dinamika politik di masyarakat. 

Integritas

Sementara, Chandra menyampaikan kesiapannya menjalankan tugas dan kewenangan sesuai penugasan yang diberikan.

“Kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Pati dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan akuntabilitas,” ungkap dia.

Terkait tugas barunya sebagai Plt Bupati Pati, Chandra mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dia ambil adalah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh.

Dia berencana segera mengumpulkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Pati untuk menegaskan kembali integritas sebagai pelayan masyarakat.

Chandra menekankan, integritas harus menjadi fondasi utama dalam roda pemerintahan.  

"Kehormatan Pati ini adalah yang utama," tegas dia.

Chandra menginginkan komitmen dalam pakta integritas benar-benar meresap dalam budaya kerja aparatur sipil negara di Pati, bukan sekadar formalitas administratif.

"Minta dukungannya supaya pakta integritas ini tidak hanya di dalam kertas, tapi bisa kita yakini di hati. Percayalah pemerintahan baru ini bisa menjunjung tinggi integritas untuk kemajuan Kabupaten Pati," tegasnya.

Untuk memastikan roda pemerintahan berjalan baik, Chandra juga berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan pihak legislatif, yakni DPRD Kabupaten Pati.

"Alhamdulillah Pak Gubernur juga sudah menugaskan beberapa stafnya untuk mendukung kami. Karena memang situasi di Kabupaten Pati ini sangat berat sekali, dan amanah yang saya emban ini semoga bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Chandra. 

“Dan saya akan terus minta dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Pati supaya situasi, kondisi Kabupaten Pati ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan menjadi kabupaten yang lebih maju lagi," tandas dia. 

Chandra menilai, kehadiran Wagub Jateng beserta jajaran merupakan wujud perhatian dan dukungan.

Terlebih, Wagub juga secara khusus memberi arahan dan pedoman bagi pihaknya dan seluruh jajaran Pemkab Pati dalam situasi yang sedang dihadapi.

“Kami mohon dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pati dalam melanjutkan agenda pembangunan di Pati agar dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Saat ditanya kapan kali terakhir berkomunikasi dengan Sudewo, Chandra mengatakan, mereka masih berkegiatan bersama, pada Minggu (18/1/2026) lalu, atau sehari sebelum OTT KPK.

"Terakhir itu kami masih melaksanakan kunjungan, menemui korban bencana di Desa Dukuhseti. Itu kami start dari pendapa, pada jam dua siang dan kegiatan berakhir sekitar pukul lima sore di Balai Desa Dukuhseti,” jelas dia.

Chandra mengaku, baru mendengar kabar terkait OTT KPK terhadap Bupati Sudewo, pada Senin (19/1/2026) pagi.

“Saya mendengar itu justru pada pagi, sekitar jam delapan-sembilan. Saya berada di kantor karena saya nggak tahu kalau ada hal-hal seperti itu,” kata Chandra. 

“Saya baru nyampai kantor jam delapan kurang seperempat, dan saya melihat dari media sosial ternyata ada peristiwa terkait dengan Bapak Bupati,” imbuhnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved