Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jalan Putus Semarang-Grobogan Dampak Tanggul Jebol Akan Dicor Permanen

Penanganan jalan putus sepanjang belasan meter di jalur Semarang-Grobogan akan dilakukan secara permanen dengan pengecoran beton.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Jumat 20 Februari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, pada Senin (16/2/2026), mengakibatkan jalur utama Semarang–Grobogan putus dan lumpuh total.

Penanganan terhadap jalan putus sepanjang belasan meter itu akan dilakukan secara permanen dengan pengecoran beton. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta agar penanganan sementara bisa menggunakan jembatan armco.

Pantauan di lapangan, material konstruksi jembatan armco sudah didatangkan di lokasi, sejak Rabu (18/2/2026).

Namun, menurut petugas di lapangan, material tersebut tidak akan dipasang.

Sebab, perbaikan rencana akan dilakukan secara permanen setelah tanggul jebol tertutup. 

Staf Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Agung mengatakan, perbaikan jalan akan dilakukan secara permanen dengan cor beton.

Salah satu pertimbangannya adalah jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat. Selain itu, juga mempertimbangkan efisiensi kerja. 

"Kalau Pak Luthfi (Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi—Red) kemarin kan sistemnya sementara, jadi rencana kita langsung permanen, pertimbangannya lalu lintas sini itu kan muatan berat, kalau hanya sementara nanti kita dua kali kerja," kata Agung kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/2/2026). 

Agung menjelaskan, ruas ini rusak karena jalan sebelumnya hanyut diterjang banjir saat tanggul jebol.

Kerusakan tersebut terjadi bukan di atas sungai sehingga penanganan cukup dilakukan dengan cor permanen.

"Karena ini memang bukan sungai, kalau sudah tertutup ini tidak ada aliran air," jelasnya. 

Selain putus, ruas jalan Semarang-Grobogan tersebut juga rusak beberapa meter sehingga proses penanganan diperkirakan akan lebih panjang.

Meski begitu, Agung memastikan, jalan tersebut sudah bisa digunakan saat arus mudik Lebaran 2026.

Sembilan kecamatan

Di sisi lain, banjir akibat tanggul jebol melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, sejak Senin (16/2/2026) pukul 02.00, berdampak pada 9.816 kepala keluarga di 47 desa.

Pada saat yang sama, banjir merendam sembilan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Demak.

Hingga Kamis (19/2/2026), banjir berdampak pada 9.816 kepala keluarga (KK) di 47 desa di Kabupaten Grobogan.

Adapun wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan. 

Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Logistik (Posdalops) BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho merinci, sejumlah wilayah masih tergenang di Kecamatan Purwodadi, yakni Desa Karanganyar, Kuripan, dan Cingkrong, lalu Kecamatan Tegowanu, yakni Desa Sukorejo, Karangpasar, Gebangan, Mangunsari, dan Kebonagung, dan Kecamatan Godong, yakni Desa Tinanding. 

“Warga terdampak mengungsi di tetangga atau saudaranya, tidak ada tempat pengungsian terpusat atau komunal,” ujar Armin, Kamis (19/2/2026). 

Armin menyebut luapan terjadi di sejumlah sungai, yakni Sungai Lusi, Serang, Glugu, Tuntang, Kali Jajar, Renggong, dan Cabean.

Kemudian dari total dampak yang tercatat, satu rumah mengalami rusak berat dan satu rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 2.816,1 hektare lahan pertanian turut terdampak genangan.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat warga yang mengungsi. 

Banjir juga berdampak pada fasilitas umum, antara lain dua tempat ibadah, satu fasilitas kesehatan, dan 35 fasilitas pendidikan.

Sementara itu, dia juga mencatat kerusakan infrastruktur pada beberapa titik tanggul yang jebol.

Satu titik tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu. 

Selain itu, tiga titik tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, jebol dengan total panjang sekitar 15 meter.

Kemudian satu titik tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu.

Lalu satu titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, yang berdampak hingga wilayah Grobogan akibat tanggul Desa Pilangwetan dan Kebonagung, Demak. 

BPBD bersama instansi terkait juga terus memantau elevasi Sungai Lusi dan Serang di sejumlah titik, antara lain Bendung Dumpil, Pos Meduran, Bendung Sedadi, dan Bendung Klambu.

Selain itu, pelayanan bagi warga terdampak dan pembersihan material banjir masih berlangsung. 

“BPBD Kabupaten Grobogan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan asesmen dan pendataan. Evakuasi warga dilakukan di beberapa titik terdampak,” katanya. 

Distribusi logistik dan bantuan karung pasir telah dilakukan di Kecamatan Gubug dan Tegowanu.

Penyaluran bantuan juga dilakukan di Desa Jumo di Kedungjati, Desa Tajemsari di Tegowanu, serta Kelurahan Kalongan.

BPBD Jawa Tengah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan luapan sungai yang masih mungkin terjadi. 

Banjir Demak

Sementara itu, di Kabupaten Demak, sedikitnya sembilan desa di tiga kacamatan terendam akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Sungai Cabean, serta limpasan sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono menyanpaikan, lebih dari 25.000 warga dan lebih dari 6.000 rumah terdampak banjir.

"Kurang lebih 25.863 jiwa, 6.368 rumah (pendataan), dan 858 hektar lahan pertanian terdampak," kata Agus, melalui pesan tertulis, Rabu malam. 

Di Kecamatan Sayung, lima terdampak banjir meliputi Desa Sayung, Kalisari, Loireng, Prampelan, dan Karangasem.

Di Kecamatan Kebonagung, banjir melanda tiga desa, yakni Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogoweru.

Adapun di Kecamatan Guntur, hanya satu desa terdampak, yakni Desa Guntur.  

Meskipun demikian, Agus tidak merinci jumlah warga, rumah, dan luasan sawah yang terdampak banjir di tiap desa. (Kompas.com/Tribunnews) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved