Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jembatan Ambrol

Jembatan Sepanjang 10 Meter di Sumowono Ambrol Diterjang Hujan Deras

Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/(IST/DOK RELAWAN)
JEMBATAN AMBROL - Jembatan penghubung Desa Pledokan dan Desa Duren di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol, Selasa (23/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol.

Kejadian yang terjadi pada Selasa (23/2/2026) sekira pukul 02.30 WIB tersebut dipicu akibat curah hujan yang tinggi. 

Akibat kejadian tersebut, akses utama Desa Pledokan menuju wilayah Desa Duren atau sebaliknya terputus. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan menjelaskan, jembatan yang ambrol memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman ambrol mencapai 6 meter.

Baca juga: Tak Bisa Diperbaiki Darurat, Jembatan Ambles di Kalikajar Wonosobo Menunggu Penanganan

Baca juga: Hujan Deras Picu Jembatan Ambles di Kalikajar Wonosobo, Dua Remaja Terperosok Saat Melintas#

Kerusakan terjadi akibat hujan deras hingga aliran sungai pun deras dan mengikis bagian bawah jembatan hingga menyebabkan ambrol.

"Ini murni akibat hujan deras. Sebelumnya tidak ada laporan kerusakan. Kondisi tanah di wilayah Nduren memang labil, sehingga saat hujan deras aliran sungai menjadi sangat deras dan mengikis jembatan," jelasnya.

Alex menyebut, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung ke pusat pemerintahan kecamatan. Kini, jalur tersebut tidak bisa dilalui. Padahal, itu menjadi akses sekira 800 warga yang tinggal di Desa Duren. 

"Kondisi ambrol nggak bisa dilalui. Ada sekitar 800 jiwa yang tinggal disana," sebutnya. 

BPBD Kabupaten Semarang bersama TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan langsung melakukan koordinasi dan turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.

Sebagai langkah darurat, jembatan sementara telah dibangun menggunakan bambu, kayu, dan papan. 

"Pembangunan jembatan darurat ini kami prioritaskan agar anak-anak sekolah tetap bisa beraktivitas.

Setelah itu akan dilakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah ke depan agar fungsi transportasi bisa berjalan kembali," tambahnya.

Lebih lanjut, Alex menambahkan,  BPBD Kabupaten Semarang juga mencatat tingginya kejadian bencana sepanjang tahun 2026.

Sejak Januari hingga saat ini, telah terjadi 101 kejadian bencana. Sebanyak 60 di antaranya merupakan kejadian longsor.

Kemudian, 9 kejadian banjir, 25 kejadian cuaca ekstrem seperti angin kencang maupun lainnya, serta 7 kejadian nonalam. (eyf)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved