Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jalan Amblas

Jalan Amblas di Jatingaleh Semarang, Pemkot Selidiki Penyebabnya

Tanah amblas terjadi di Jalan Dr Wahidin, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, kawasan Jatingaleh, Kota Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf
LUBANG - Petugas DPU Kota Semarang mengecek lubang besar yang muncul di Jalan dr Wahidin, tepatnya di depan Kantor Disdik Kota Semarang, Senin (23/2/2026). Dugaan awal lubang muncul karena crossing saluran air. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanah amblas terjadi di Jalan Dr Wahidin, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, kawasan Jatingaleh, Kota Semarang.

Pantauan Tribun Jateng, Senin (23/2/2026) siang, terlihat alat berat jenis backhoe tampak melakukan pengerjaan di titik lokasi yang berada tepi Jalan Dr Wahidin, tepat di sisi jalur keluar Kantor Dinas Pendidikan.

Sejumlah pekerja di sekitar lokasi, sementara pembatas kuning dipasang mengelilingi titik jalan yang amblas untuk mengamankan area pengerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, amblesnya jalan diduga kuat akibat rembesan air pada struktur saluran yang melintas di bawah badan jalan.

Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat crossing saluran dengan konstruksi berbeda, yakni box culvert berbentuk kotak di satu sisi dan buis beton berbentuk bulat di sisi lainnya. Perbedaan bentuk ini diduga menimbulkan celah atau rongga di sambungan struktur.

"Jadi, antara box sama buis kan beda. Ini yang kemungkinan ada rembesan yang membuat ini gogos (tergerus). Ini dugaan awal ya. Nanti kita pastikan," terang Suwarto.

"Ini kita datangkan alat berat untuk membongkar posisi atasnya biar nanti ketahuan posisi persis di bawahnya," lanjutnya.

Menurut dia, rembesan air yang berlangsung terus-menerus, terlebih saat curah hujan tinggi, menyebabkan tanah di bawah badan jalan tergerus dan membentuk rongga. Kondisi tersebut membuat lapisan tanah bagian atas kehilangan daya dukung.

Seiring waktu, permukaan jalan yang berada di atasnya tidak lagi mampu menahan beban sehingga akhirnya amblas.

Ia menyebut, posisi saluran berada sekitar tiga meter di bawah permukaan tanah. Karena berada cukup dalam, proses penggerusan tanah tidak langsung terlihat dari permukaan.

"Awalnya (gerusan terjadi) di bawah, tapi lama-lama kan atasnya enggak kuat, amblong (amblas)," katanya.

Untuk memastikan penyebab secara detail, kata dia, DPU melakukan pengerukan hingga ke titik saluran guna melihat langsung kondisi struktur di bawah.

Pembongkaran dilakukan agar diketahui secara pasti bagian mana yang mengalami kebocoran atau kerusakan sehingga menimbulkan rembesan.

"Kalau ini tanahnya enggak masalah, yang penting kita membuat struktur crossing-nya supaya tidak ada rembesan yang keluar dari posisi crossing," terangnya.

Suwarto menambahkan, faktor hujan dengan intensitas dan durasi lama turut memperbesar risiko terjadinya rembesan air ke dalam tanah.

Air yang tidak mengalir pada jalurnya berpotensi keluar dari sambungan struktur dan menggerus tanah di sekitarnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved