Rabu, 17 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

3 Daerah di Jateng KLB Campak, Dua Daerah Lainnya Suspek

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di tiga kabupaten meliputi Cilacap, Klaten, dan Pati.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/DOK PEMPROV JATENG
PENYAKIT CAMPAK - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut ada KLB Campak di tiga kabupaten meliputi Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek atau terdapat kasus campak yaitu Brebes dan Kudus. Hal ini disampaikan Taj Yasin saat menerima kunjungan Komisi IX DPR RI, Kota Semarang, Senin (30/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di tiga kabupaten meliputi Cilacap, Klaten, dan Pati.

Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek atau terdapat kasus campak yaitu Brebes dan Kudus.

Baca juga: Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membenarkan tiga daerah di Jateng terdapat KLB campak.

Namun, ia tidak menyebutkan detail kasus tersebut.

Ia hanya menjamin, Jateng masih dalam kondisi terkendali terhadap penyakit campak.  Namun, potensi penyebarannya tetap menjadi perhatian.

Menurutnya, tingginya kasus campak merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” paparnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. 

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak di bawah 5 tahun.  

Meski demikian, bisa menular pada semua usia jika belum pernah divaksin.

Taj Yasin melanjutkan, kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi.

“Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” paparnya.

Ia menilai, capaian imunisasi campak di Jateng sudah cukup baik.

Pada 2025, cakupan Vaksin MR (Measles-Rubella),  kombinasi vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubella, di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target.

"Namun, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan," jelasnya.

Perlu Perkuat Edukasi Publik

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat.

"Oleh karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Pemprov Jateng, Kota Semarang.

Baca juga: 6 Anak di Pati Positif Campak, Terbanyak di Kecamatan Tayu

Lepas dari itu, ia mengapresiasi upaya Pemprov Jateng yang sudah berjalan baik. 

Akan tetapi  perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” tambahnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved