Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Warga Cilacap Diminta Waspada Sejak Dini

Memasuki pertengahan tahun 2026, wilayah Cilacap diperkirakan mulai beralih ke musim kemarau dengan kondisi yang lebih kering

Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
MUSIM KEMARAU - Suasana jalan utama di pintu masuk Kabupaten Cilacap tampak lengang, Selasa (31/3/2026). Musim kemarau dipradiksi lebih kering. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Memasuki pertengahan tahun 2026, wilayah Cilacap diperkirakan mulai beralih ke musim kemarau dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya, ditandai turunnya intensitas hujan secara signifikan.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, memperkirakan musim kemarau 2026 mulai berlangsung pada pertengahan Mei dengan intensitas hujan yang lebih rendah dari kondisi normal.

“Tahun ini kemarau diprakirakan lebih kering dari biasanya, sehingga perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Teguh Wardoyo, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, periode kemarau tahun ini diprediksi berlangsung cukup lama, dengan durasi antara 140 hingga 180 hari yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, daerah-daerah yang selama ini rentan kekurangan air menjadi wilayah yang paling berisiko terdampak kondisi kemarau panjang tersebut.

Baca juga: Terkuak Dugaan Pelecehan Seksual oleh Senior HMI di Semarang, Jumlah Korban Bertambah

Teguh menyebutkan, wilayah seperti Binangun dan Nusawungu diperkirakan akan lebih dulu memasuki musim kemarau, bahkan sejak awal Mei 2026.

Ia menambahkan, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dengan kondisi cuaca yang semakin kering.

Pihaknya mengingatkan, kemarau yang lebih ekstrem dapat berdampak pada terbatasnya pasokan air bersih serta mengganggu sektor pertanian masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipatif, terutama dalam pengelolaan dan penghematan sumber daya air.

“Sementara pada masa pancaroba April hingga Mei, cuaca cenderung tidak stabil dengan potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca resmi,” jelasnya. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved