Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kebakaran

Daftar Penyebab Kebakaran di Cilacap, Kosleting Listrik Mendominasi

Kasus kebakaran di Cilacap sepanjang awal 2026 tercatat masih didominasi permukiman dengan total 22 kejadian hingga 31 Maret.

TRIBUN JATENG/Damkar Cilacap
PADAMKAN API - Ilustrasi petugas Damkar Cilacap sedang memadamkan api saat sebuah rumah makan di Sidareja terbakar, Sabtu (21/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kasus kebakaran di Cilacap sepanjang awal 2026 tercatat masih didominasi permukiman dengan total 22 kejadian hingga 31 Maret.

Berdasarkan data Damkar Cilacap menunjukkan, dari total tersebut sebanyak 14 kejadian terjadi di permukiman dan 8 lainnya di lingkungan dunia usaha.

Penyebab kebakaran paling banyak dipicu korsleting listrik sebanyak 15 kasus, disusul human error enam kasus, serta penggunaan tungku atau gas LPG satu kasus.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyebut faktor kelalaian dan instalasi listrik masih menjadi ancaman utama.

“Korsleting listrik dan kelalaian manusia masih jadi penyebab dominan, sehingga kami terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Peta rawan kebakaran menunjukkan sejumlah wilayah di Cilacap berada pada kategori sedang hingga rendah, meski beberapa titik tetap perlu perhatian khusus.

Selain kebakaran, pihaknya juga mencatat ratusan kejadian non kebakaran seperti operasi tangkap tawon, evakuasi hewan liar, hingga penanganan pohon tumbang.

Sepanjang 2026, operasi tangkap tawon menjadi yang paling dominan dengan ratusan laporan, disusul evakuasi cincin dan penanganan ular.

Dari sisi dampak, kejadian kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp654 juta dengan 21 bangunan mengalami kerusakan.

Gatot menegaskan pihaknya terus meningkatkan upaya pencegahan melalui puluhan kegiatan sosialisasi dan inspeksi bangunan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan beberapa inspeksi gedung untuk menekan risiko kebakaran sejak dini,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan lebih berhati-hati dalam penggunaan api di lingkungan rumah maupun usaha. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved