PON 2032
Ini Penyebab Jateng Batal Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PON 2032
Ambisi Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 dipastikan batal telaksana.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ambisi Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 dipastikan batal telaksana.
Rencana pencalonan bersama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke KONI pusat batal terealisasi setelah DIY memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama.
Kepastian itu disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, usai pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jateng di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/4/2026).
Sujarwanto mengatakan, sejak awal Jawa Tengah memiliki keinginan kuat untuk menjadi tuan rumah PON 2032.
Baca juga: "Rasa Kekeluargaan Meningkat" Pelatih Persiku Kudus Ungkap Penyebab Timnya Bisa Kalahkan Tornado FC
Baca juga: Menikmati Keseruan Camping dengan View Pegunungan Muria di Desa Wisata Jrahi Pati
Bahkan, dukungan juga datang dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga berbagai persiapan telah mulai dirancang.
“Kita sebenarnya sangat ingin menjadi tuan rumah PON 2032. Keinginan itu juga sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur, sehingga kami mulai menyiapkan berbagai hal untuk menuju ke sana,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan PON terdapat kecenderungan tuan rumah berpasangan dengan dua provinsi misalnya seperti PON Aceh-Sumut 2024 atau PON NTT-NTB 2028
Karena itu, Jawa Tengah menggandeng DIY untuk maju bersama dalam pencalonan.
“Biasanya memang tidak cukup satu provinsi, sehingga kami mengajak Jogja untuk mencalonkan diri bersama. Tapi dalam dinamika pembahasan, keputusan itu membutuhkan pertimbangan yang luas,” katanya.
Kesempatan yang dinilai strategis itu akhirnya terlepas setelah DIY menyatakan belum siap.
Padahal, Jawa Tengah ingin memanfaatkan momentum, mengingat pernah menjadi tuan rumah PON pertama dan hingga kini belum kembali mendapat kesempatan kedua.
Sujarwanto menambahkan, keputusan untuk tidak mendaftar juga dipengaruhi percepatan jadwal pendaftaran oleh KONI Pusat.
Semula, batas pendaftaran direncanakan hingga Mei 2026, namun dimajukan menjadi 1 April 2026.
“Persiapan sebenarnya sudah maksimal, meski bertepatan dengan momentum jelang Lebaran. Namun karena situasinya seperti ini, akhirnya diputuskan kita belum mendaftar. Kesempatan berikutnya akan kita coba lagi,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, sejauh ini sudah ada pasangan provinsi yang mendaftar sebagai calon tuan rumah PON 2032, yakni Lampung dan Banten. (*)
| KAI Aktifkan Stasiun Plabuan, Akses Warga Batang Kini Makin Dekat dan Praktis Mulai 27 April 2026 |
|
|---|
| Jusuf Kalla Blak-Blakan Sebut Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya: Kasih Tau Termul Itu |
|
|---|
| Sosok Ragil Kurniawan Nakes Salatiga Tantang Para Penolak Vaksin, Siap Divaksin 3 Jenis Sekaligus |
|
|---|
| Kebakaran di Sapuran Wonosobo Hanguskan 2 Rumah, Saksi Lihat Api Sudah Membesar |
|
|---|
| Tragis! Cekcok Soal Uang, Anak Tega Aniaya Ayah Hingga Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-KONI-Jawa-Tengah-Sujarwanto-Dwiatmoko.jpg)