Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON 2032

Ini Penyebab Jateng Batal Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PON 2032

Ambisi Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 dipastikan batal telaksana.

TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko saat ditemui awak media di sela Rakerprov.KONI Jateng di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/4/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ambisi Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 dipastikan batal telaksana.

Rencana pencalonan bersama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke KONI pusat batal terealisasi setelah DIY memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama.

Kepastian itu disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, usai pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jateng di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/4/2026).

Sujarwanto mengatakan, sejak awal Jawa Tengah memiliki keinginan kuat untuk menjadi tuan rumah PON 2032.

Baca juga: "Rasa Kekeluargaan Meningkat" Pelatih Persiku Kudus Ungkap Penyebab Timnya Bisa Kalahkan Tornado FC

Baca juga: Menikmati Keseruan Camping dengan View Pegunungan Muria di Desa Wisata Jrahi Pati

Bahkan, dukungan juga datang dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga berbagai persiapan telah mulai dirancang.

“Kita sebenarnya sangat ingin menjadi tuan rumah PON 2032. Keinginan itu juga sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur, sehingga kami mulai menyiapkan berbagai hal untuk menuju ke sana,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan PON terdapat kecenderungan tuan rumah berpasangan dengan dua provinsi misalnya seperti PON Aceh-Sumut 2024 atau PON NTT-NTB 2028

Karena itu, Jawa Tengah menggandeng DIY untuk maju bersama dalam pencalonan.

“Biasanya memang tidak cukup satu provinsi, sehingga kami mengajak Jogja untuk mencalonkan diri bersama. Tapi dalam dinamika pembahasan, keputusan itu membutuhkan pertimbangan yang luas,” katanya.

Kesempatan yang dinilai strategis itu akhirnya terlepas setelah DIY menyatakan belum siap. 

Padahal, Jawa Tengah ingin memanfaatkan momentum, mengingat pernah menjadi tuan rumah PON pertama dan hingga kini belum kembali mendapat kesempatan kedua.

Sujarwanto menambahkan, keputusan untuk tidak mendaftar juga dipengaruhi percepatan jadwal pendaftaran oleh KONI Pusat.

Semula, batas pendaftaran direncanakan hingga Mei 2026, namun dimajukan menjadi 1 April 2026.

“Persiapan sebenarnya sudah maksimal, meski bertepatan dengan momentum jelang Lebaran. Namun karena situasinya seperti ini, akhirnya diputuskan kita belum mendaftar. Kesempatan berikutnya akan kita coba lagi,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, sejauh ini sudah ada pasangan provinsi yang mendaftar sebagai calon tuan rumah PON 2032, yakni Lampung dan Banten. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved