Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gunung Slamet Waspada

Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak Drastis, Jadi 463 Derajat Celcius

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi memperluas radius aman dari sebelumnya menjadi 3 kilometer.

TRIBUN JATENG/PVMBG
VISUAL GUNUNG SLAMET - Gambaran perbandingan visual kawah Gunung Slamet di tanggal 13 September 2024 dan 2 April 2026. PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Lonjakan suhu ekstrem di kawah Gunung Slamet memicu kewaspadaan serius. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi memperluas radius aman dari sebelumnya menjadi 3 kilometer dari kawah puncak.

Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, baik secara visual maupun instrumental dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Muhammad Rusdi, menjelaskan kebijakan tersebut merujuk pada Laporan Khusus Nomor 631.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 4 April 2026.

"Hasil analisis citra termal menunjukkan suhu kawah naik drastis dari 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius pada 3 April 2026. 

Selain itu, area anomali panas di sekitar dinding kawah juga meluas," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (4/4/2026).

Peningkatan aktivitas ini sebenarnya telah terdeteksi sejak akhir Maret 2026. 

PVMBG mencatat adanya hembusan gas putih setinggi sekitar 300 meter dari kawah, disertai ratusan kejadian gempa hembusan dan gempa frekuensi rendah.

Fenomena tersebut mengindikasikan adanya tekanan gas magmatik serta pergerakan magma menuju kedalaman yang lebih dangkal atau deformasi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporan resminya menyebutkan potensi bahaya yang dapat terjadi meliputi erupsi berupa abu vulkanik, hujan lumpur, hingga lontaran material pijar di sekitar puncak.

Meski aktivitas meningkat, status Gunung Slamet saat ini masih berada pada Level II (Waspada).

Sejumlah wilayah yang berada di sekitar Gunung Slamet seperti Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

"Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. 

Ikuti informasi resmi dan jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Lana.

Sementara itu, tim PGA Slamet yang berada di Desa Gambuhan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas.

PVMBG memastikan status aktivitas akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan parameter yang signifikan. (jti) 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved