Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Jateng Wadahi 400 Paralegal Muslimat NU ke Program Kecamatan Berdaya

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) siap menampung 400 paralegal muslimat Nahdatul Ulama (NU) Jateng ke dalam program Kecamatan Berdaya.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
IST
PENGUKUHAN PARALEGAL - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menghadiri pengukuhan paralegal muslimat NU Jawa Tengah di Balairung UTC Hotel, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026). Di lokasi acara, Luthfi disambut oleh Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifa Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Fauzi sekaligus Menteri PPPA. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) siap menampung 400 paralegal muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jateng ke dalam program Kecamatan Berdaya.

Kecamatan Berdaya merupakan program Pemprov Jateng yang menyatukan komitmen antara pemerintah, desa, masyarakat, dan dunia usaha dengan tujuan memberdayakan perempuan, anak, disabilitas, dan anak muda kreatif.

Program itu selaras dengan Muslimat NU Jateng yang melatih sebanyak 400 paralegal di 32 Kabupaten/kota dengan bekal kemampuan konsultasi hukum mediasi, pendampingan non-ligitasi.

Kemampuan paralegal Muslimat Nu itu bisa menjadi pendamping perempuan, anak, kelompok rentan agar bisa mengakses layanan hukum.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, paralegal Muslimat NU Jateng bisa bergabung dalam program Kecamatan Berdaya.

Selain itu bisa bekerjasama dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  tingkat provinsi, Kabupaten/kota hingga desa.

"Peran Muslimat NU dan paralegalnya juga kami dorong untuk masuk ke program Kecamatan Berdaya," papar Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2026).

Gubernur Luthfi secara langsung menghadiri pengukuhan paralegal muslimat NU Jawa Tengah di Balairung UTC Hotel, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Pemprov Jateng Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Manfaatkan Seribu Embung, Pipanisasi dan Sumur

Di lokasi acara, Luthfi disambut oleh Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifa Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur dan Ketua PP Muslimat NU Arifah  Fauzi sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). 

Luthfi yang mengenakan batik cokelat itu kontras dengan ratusan paralegal Muslimat NU yang mengenakan seragam setelan batik warna hijau.

Ratusan paralegal yang mayoritas berusia paruh baya itu turut menyambut Luthfi.

Luthfi mengatakan, paralegal muslimat NU Jateng harus menunjukkan keberpihakan kepada perempuan , anak dan kelompok rentan.  

"Kami senang, Muslimat NU memiliki paradigma paralegal sehingga bisa mendampingi perempuan, anak dan kelompok rentan agar bisa mengakses layanan hukum demi hak-hak hukum secara adil," paparnya.

Sementara, Ketua PP Muslimat NU Arifah Fauzi mengatakan, melalui pelatihan paralegal ini menunjukkan peran strategis Muslimat NU Jateng dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan anak dan pengetahuan ketahanan keluarga.

"Perempuan dan anak memiliki peran strategis dan penting untuk Indonesia," terangnya.

Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifa Indar Parawansa meminta paralegal Muslimat NU bisa menjadi pendamping hukuk masyarakat denhwn berkolaborasi dengan pos bantuan hukum (posbakum) yang ada di wilayah Kabupaten/kota. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved