Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Waspada! Gunung Slamet Memanas, Warga Diminta Waspada

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Muhammad Rusdi, menyebut suhu kawah mengalami kenaikan dari 461,9 derajat Celsius

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PVMBG
VISUAL GUNUNG SLAMET - Gambaran perbandingan visual kawah Gunung Slamet di tanggal 13 September 2024 dan 2 April 2026. PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. 

Ringkasan Berita:
  • Suhu kawah Gunung Slamet meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
  • Status gunung masih Level II (Waspada) dengan radius aman 3 kilometer dari puncak.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap potensi erupsi dan paparan gas vulkanik berbahaya.

 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Aktivitas vulkanik Gunung Slamet kembali menunjukkan peningkatan.

Pos Pengamatan Gunung Api Slamet mencatat kenaikan suhu kawah dalam beberapa hari terakhir, meski status gunung masih berada pada Level II atau Waspada.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Muhammad Rusdi, menyebut suhu kawah mengalami kenaikan dari 461,9 derajat Celsius pada 14 April menjadi 478,7 derajat Celsius pada 18 April 2026.

“Betul, hasil pengukuran rutin menunjukkan kenaikan (suhu kawah),” kata Rusdi ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Meski terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan, otoritas memastikan belum ada perubahan status aktivitas maupun rekomendasi jarak aman dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“(Status dan rekomendasi) masih sama semua, ketika terjadi sesuatu biasanya kami keluarkan Laporan Khusus,” terang Rusdi.

Saat ini, Gunung Slamet tetap berada pada Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

Baca juga: Ulah Bejat Ayah Kandung di Cilacap Terungkap karena Ini, Anak Kandung Disetubuhi Sejak SD

 

Aktivitas Meningkat Sejak Awal April

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM telah melaporkan adanya peningkatan aktivitas sejak awal April 2026.

Berdasarkan citra termal, terjadi lonjakan suhu kawah yang cukup tajam.

Selain itu, warga di sekitar kaki gunung juga sempat merasakan dampak berupa bau belerang menyengat pada 9 April 2026, khususnya di wilayah Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Fenomena tersebut muncul setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada malam hari.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Slamet berpotensi menimbulkan erupsi abu, hujan lumpur, hingga lontaran material pijar.

Selain itu, ancaman gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi juga menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan keselamatan warga di sekitar gunung.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved