Berita Jawa Tengah
12 Kecamatan di Pati Berpotensi Alami Kekeringan, Ini Data Rincinya
Dari pendataan sementara BPBD Kabupaten Pati, setidaknya ada sekira 12 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan pada tahun ini.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kabupaten Pati bersiap-siap untuk menghadapi dampak kemarau. Beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pun telah didata.
Dari pendataan sementara BPBD Kabupaten Pati, setidaknya ada sekira 12 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan.
Jika ditotal, ada sekira 96 desa di Kabupaten Pati masuk kategori rawan kekeringan.
Baca juga: Ashraff Abu Suami Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Masih Menyoal Korupsi di Pekalongan?
Kalakhar BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan, desa-desa tersebut tersebar di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, hingga Sukolilo.
Bahkan, beberapa desa di Kecamatan Tayu dan Pati Kota juga mulai terindikasi berpotensi terdampak.
“Meski jumlahnya tidak banyak, di Kecamatan Tayu dan Pati Kota juga ada desa yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang, BPBD telah menyiapkan beberapa langkah strategis.
Salah satunya adalah penyediaan armada untuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Selain itu, BPBD juga menyediakan tandon air berkapasitas 5.000 liter yang dapat dipinjamkan ke desa-desa yang membutuhkan penampungan air.
Saat ini, masih tersedia sekira 10 tandon yang siap digunakan.
“Kami sudah siapkan armada dropping air dan tandon untuk membantu masyarakat. Ini bagian dari upaya mitigasi awal,” jelas dia.
Baca juga: Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
BPBD Kabupaten Pati saat ini terus memantau perkembangan cuaca, terutama menjelang pertengahan Mei 2026.
Jika intensitas hujan mulai menurun, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi guna memperkuat kesiapan menghadapi kekeringan.
“Cuaca di Pati terkadang berbeda dengan daerah lain. Ada kemungkinan kemarau berlangsung normal seperti 2016, namun tetap perlu diwaspadai,” tambahnya.
Sementara itu, BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan. (*)
Sumber Kompas.com
| Syok, Mobil Pegawai ATR/BPN Sukoharjo Dibobol Maling, Modus Pecah Kaca |
|
|---|
| Suyadi Ditemukan Selamat dan Sehat, Sempat Hilang di Lereng Gunung Merbabu |
|
|---|
| Viral Anggota DPRD Jateng Merokok saat Rapat di Ruang Ber-AC, Begini Kata Sumanto |
|
|---|
| Pernyataan Resmi NDX AKA Menyoal Batal Konser di Pekalongan, Bantah Tudingan Provokasi |
|
|---|
| NDX AKA Diadukan ke Polda Jateng Buntut Komentar IG, Sebut Potensi Kerugian Rp1,1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-Petani-Gagal-Tanam-Lantaran-Kekeringan-2.jpg)