Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

12 Kecamatan di Pati Berpotensi Alami Kekeringan, Ini Data Rincinya

Dari pendataan sementara BPBD Kabupaten Pati, setidaknya ada sekira 12 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan pada tahun ini.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar
GAGAL PANEN - Ilustrasi kondisi lahan pertanian yang gagal panen akibat dampak kekeringan. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kabupaten Pati bersiap-siap untuk menghadapi dampak kemarau. Beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pun telah didata.

Dari pendataan sementara BPBD Kabupaten Pati, setidaknya ada sekira 12 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan.

Jika ditotal, ada sekira 96 desa di Kabupaten Pati masuk kategori rawan kekeringan.

Baca juga: Ashraff Abu Suami Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Masih Menyoal Korupsi di Pekalongan?

Kalakhar BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan, desa-desa tersebut tersebar di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, hingga Sukolilo. 

Bahkan, beberapa desa di Kecamatan Tayu dan Pati Kota juga mulai terindikasi berpotensi terdampak.

“Meski jumlahnya tidak banyak, di Kecamatan Tayu dan Pati Kota juga ada desa yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang, BPBD telah menyiapkan beberapa langkah strategis.

Salah satunya adalah penyediaan armada untuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Selain itu, BPBD juga menyediakan tandon air berkapasitas 5.000 liter yang dapat dipinjamkan ke desa-desa yang membutuhkan penampungan air.

Saat ini, masih tersedia sekira 10 tandon yang siap digunakan.

“Kami sudah siapkan armada dropping air dan tandon untuk membantu masyarakat. Ini bagian dari upaya mitigasi awal,” jelas dia.

Baca juga: Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus

BPBD Kabupaten Pati saat ini terus memantau perkembangan cuaca, terutama menjelang pertengahan Mei 2026. 

Jika intensitas hujan mulai menurun, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi guna memperkuat kesiapan menghadapi kekeringan.

“Cuaca di Pati terkadang berbeda dengan daerah lain. Ada kemungkinan kemarau berlangsung normal seperti 2016, namun tetap perlu diwaspadai,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan. (*)

Sumber Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved