Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Luthfi Sebut Kerja Sama dengan Selandia Baru Bisa Dukung MBG di Jateng

Selandia Baru sangat potensial diajak untuk bekerjasama dalam bidang peternakan, karena di sana sektor itu sudah sangat maju.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Dokumentasi Pemprov Jateng
ANCAMAN KEKERINGAN - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat koordinasi Pengadilan Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (4/5/2026). Dalam rapat itu, ia meminta kepada Distanbun untuk mewaspadai potensi kekeringan yang menyebabkan gagal panen.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru dalam bidang pertanian dan peternakan. Satu item kerja sama itu ditekankan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penjajakan kerja sama itu ditandai kedatangan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula ke kantor Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Senin (4/5).

Dalam pertemuan itu, Philip menjelaskan berbagai keunggulan sektor pertanian dan peternakan yang bisa diadopsi di Jateng.

"Iya, peluang kerja sama dengan Selandia Baru adalah pengembangan peternakan domba dan sapi, yang mana MBG kita sangat memerlukan susu, daging dan sebagainya," kata Luthfi, selepas pertemuan. 

"Kami tentu  berterimakasih kepada Kementerian Pertanian yang diberikan kesempatan mendukung program tersebut," sambungnya.

Ia menilai, Selandia Baru sangat potensial diajak untuk bekerjasama dalam bidang peternakan, karena di sana sektor itu sudah sangat maju.

Penduduk Selandia Baru yang hanya sekitar 5 juta jiwa telah memiliki peternakan dengan capaian 28 juta ekor. "Kami rencana akan ke sana untuk melakukan studi komparatif untuk mengenal wilayah," bebernya.

Sektor lain yang akan digarap kedua belah pihak adalah berkaitan dengan sektor energi baru terbarukan (EBT) dan pendidikan.

Luthfi mengatakan, kedua pihak sama-sama sedang mengembangkan ekonomi hijau (green economies) dan industri hijau (green industries).

"EBT jadi prioritas kami yang akan sama-sama dikembangkan dengan peluang kerja sama dengan New Zealand," jelasnya.

Untuk sektor pendidikan, Luthfi menuturkan, kerja sama itu sudah dilakukan dengan berbagai universitas di Jateng, di antaranya dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula membenarkan ada peluang kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Selandia Baru pada bidang EBT, agrikultur, peternakan, pendidikan, serta budaya.

Pada sektor EBT, menurut dia, Selandia Baru telah memanfaatkan energi panas bumi di angka 30 persen angka kebutuhan nasional.

Kerja sama dengan Indonesia di bidang itu sudah bukan hal baru, di mana banyak orang Indonesia sudah belajar sektor ini sebelumnya.

Soal pertanian dan peternakan, dia menambahkan, kerja sama itu sudah dibicarakan dengan Kementerian Pertanian di Jakarta agar Selandia Baru bisa mendukung sektor tersebut terutama dalam bidang building genetic.

"Kami bisa mendukung itu terutama agar herd (hewan) bisa berkembang dengan baik," terang Philip. (Iwan Arifianto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved