Berita Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Jadi Pemimpin Siap Dibully
Pemimpin Redaksi (Pemred) Ibnu Taufik Juwariyanto melakukan wawancara ekslusif dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemimpin Redaksi (Pemred) Ibnu Taufik Juwariyanto melakukan wawancara ekslusif dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara siniar Tribun Topic di kantor Tribun Jateng, Kota Semarang, Jumat (8/5/2026).
Dalam wawancara tersebut, Pemred Tribun Jateng yang akrab disapa Ufi itu menyinggung beberapa hal mulai dari keseharian Luthfi menjadi Gubernur dan berbagai persoalan di Jateng.
Baca juga: Melalui Gerakan Run for Rivers, Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat
Berikut petikan wawancara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Pemimpin Redaksi, Ibnu Taufik Juwariyanto :
=Jadi gubernur Jateng itu susah apa gampang?=
Saya selama jadi gubernur kok gampang semua, tidak ada yang susah. Karena saya menikmati. Jadi, gubernur sudah saya anggap seperti memimpin keluarga.
Seperti keluarga syaa sendiri, saya punya dua anak dua. Yang satu mandiri, yang satu disabilitas.
Nah, untuk anak kedua saya yang disabilitas ini, saya berusaha membuatnya nyaman dan merasa kehadiran saya.
Jadi semua permasalahan dia meskipun permasalahannya itu-itu saja, saya bermanfaat untuk anak saya.
Sama halnya dengan memimpin Jawa Tengah. Selama hari ini apa yang dilakukan mengatasi problem solving-nya sosial lingkungan kita?
Dari mulai orang bangun tidur sampai tidur lagi.
Kalau Gubernur pekerjaan seremonial saja, siapapun bisa, anda duduk seminggu ning kantor jadi gubernur bisa tinggal perintah saja, tapi bukan itu esensinya.
Menurut saya, orang disebut sebagai pemimpin ketika dibenturkan suatu problem. Terus mengambil suatu kebijakan terkait problem itu terus mengamankan kebijakan, itu baru itu namanya memimpin atau tidak, petarung atau tidak atau ayam sayur kita pada saat ini hadapi satu problem.
Bagaimana kita dewasa di lapangan dalam rangka menjadi seorang leadership, melakukan koordinasi, melakukan pengawasan di 35 kabupaten/kota. Itu baru pemimpin.
=Pak Ahmad Luthfi menjadi gubernur adalah seperti memimpin sebuah keluarga. Jadi rakyat Jawa Tengah itu dianggap sebagai anaknya ya Pak Luthfi dan semuanya dirangkul?=
Semua dirangkul apapun kata orang. Semua dirangkul. Jadi begini ya, waktu saya jadi di kantor sebelah (jadi Kapolda) itu tinggal perintah. Nah ini beda ya saat jadi gubernur. Kalau saya perintah kamu harus jalan 8 hari, karena komando di sana itu harus jelas. Dan harus dilaksanakan. Artinya kan tinggal perintah. Kamu 8 hari tidak melakukan aku marah. Jadi perintah dan marah. Sekarang enggak bisa. Kita itu diperintah terus dan enggak boleh marah. Sehingga setiap pulang saya ngaca. Saya tadi marah enggak ya? Ternyata saya tidak pernah marah.
=Apakah pernah melakukan evaluasi?=
Saya setiap minggu evaluasi pasti terkait dengan medsos, karena apa? Saya tidak pernah melihat komentar medsos. Sejak saya Kapolda saya tidak punya medsos, yang punya medsos itu ya mereka, anak-anak humas. Saya menjadi gubernur itu juga tim media yang punya medsos.
Saya tidak pernah membaca dan lain sebagainya, tetapi setiap seminggu kita lakukan evaluasi, apa sih sebenarnya kita dapat di sana? Tetapi justru itu yang saya bikin semangat. Seorang pejabat itu harus menjadi resiko atau dibully. Kalau Anda tidak siap dibully, jangan jadi pejabat.
Jadi pernah suatu saat saya tanya ke anak buah, "hari ini yang paling keras membully saya bunyinya apa?" Komandan gundul , Gubernur itu habis kemo katanya. Wah, itu bagus.
Terus ada yang bilang gubernur Jateng hilang. Terus macam-macam pokoknya, tapi justru itu bikin saya harus semangat. Oke. Saya harus tetap semangat dan memperbaikinya.
=Lantas, bagaimana sikap anda ke para anak buah anda?=
Dalam roda pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ini tidak harus gubernur selalu maju ke depan. Jadi, seluruh dinas itu sudah saya framing untuk menjadi PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) atau menjadi humas, menjadi jurnalis. Jadi seluruh di tempat kita ini mereka saya framing untuk bisa bercerita tentang dinas.
Baca juga: Siap Gaspol Zero ODOL 2027, Ahmad Luthfi: Truk Kelebihan Muatan Bikin Jalan Rusak dan Tanah Ambles!
Dinas pendidikan ceritakan tentang dinas pendidikan kamu apa yang kamu lakukan dari mulai anggaran dan lain sebagainya semua akan cerita.
Begitu dia punya problem solving kasih yang saya.
Oleh karena itulah, saya sebagai gubernur enggak perlu terkenal. Dan itu saya senang sekali. (Iwn)
| Pemprov Jateng- NTU Singapura Jajaki Kerja Sama Peningkatan Kapasitas ASN |
|
|---|
| Raih Juara Internasional, Wagub Jateng Apresiasi Prestasi Tim Ratoeh Jaroeh SMAN 4 Kota Semarang |
|
|---|
| BI Jateng Kirim Rp 3,62 Miliar ke Karimunjawa, Dikawal 60 Personel TNI AL Gunakan KRI Hiu |
|
|---|
| Tekan Angka Kemiskinan, Perusahaan Padat Karya di Brebes ini Serap 4.044 Tenaga Kerja |
|
|---|
| Melalui Gerakan Run for Rivers, Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260508_Pemimpin-Redaksi-Pemred-Ibnu-Taufik-Juwariyanto-dan-Gubernur-Jateng-Ahmad-Luthfi_1.jpg)