Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Sapi Yahono Seberat 967 Kilogram Lolos Seleksi Hewan Kurban Presiden

Sapi peternak asal Buluspesantren, Kebumen, lolos pengadaan hewan kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto,

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Selasa 12 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Peternak sapi asal Nagasari, Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Yahono (44) bersyukur, sapi Peranakan Ongole (PO) miliknya lolos pengadaan hewan kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah. 

Sapi lokal Kabupaten Kebumen itu telah lolos untuk pengadaan hewan kurban dari presiden setelah dilakukan uji laboratorium. 

Di sisi lain sapi itu juga telah divaksin untuk mengantisipasi penularan penyakit.

Sapi dengan tinggi sekitar 170 cm itu merupakan galur sapi PO Kebumen.

Yahono menyampaikan, sapi yang diberi nama Brama itu memiliki berat 967 kilogram.

Dia menuturkan, sapi peranakan lokal itu telah dipelihara selama lima tahun. 

Semula Yahono tidak begitu berharap, sapi tersebut dijadikan sapi kurban dari presiden.

Dia hanya mendaftarkan Brama untuk mengikuti seleksi pengadaan hewan kurban dari presiden ke Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen.

Setelah melalui tahap pemeriksaan kesehatan dan uji laboratorium akhirnya sapi tersebut lolos untuk pengadaan hewan kurban dari presiden.

"Ikut seleksi baru pertama ini, tahun kemarin bobot masih jauh, kami tidak ikut," kata Yahono saat ditemui Tribun Jateng di kendang sapinya, Senin (11/5/2026).

Saat ditanya soal harga, dia mengungkapkan, sapi tersebut terjual dengan harga di bawah Rp 100 juta.

Menurutnya, tidak ada perawatan khusus terhadap sapi itu hanya saja untuk penggemukan masih menggunakan pakan alami dari rumput.

Setelah lolos untuk hewan kurban, dia memberikan perawatan ekstra baik itu kebersihan kandang dan pakan.

Dia rutin melakukan penyemprotan desinfektan di kandang sebulan sekali.

"Kami jagalah, namanya udah deal di presiden, ya khususlah, kasih makannya tambah," imbuhnya. 

Peternak Batang

Sementara itu, di Kabupaten Batang, peternak asal Kecamatan Reban berhasil memasok sapi kurban berbobot jumbo untuk Presiden Prabowo pada Iduladha tahun ini.

Sapi berbobot sekitar 900 kilogram tersebut merupakan milik peternak bernama Sugeng dan saat ini telah melalui proses penawaran harga bersama pihak Sekretariat Presiden (Setpres).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, M Arief Edyanto mengatakan, proses penetapan sapi kurban Presiden sudah berjalan dan telah terjadi kesepakatan harga antara peternak dengan pihak yang ditunjuk dari Kepresidenan.

“Kemarin diadakan penawaran harga dari peternak kepada Setpres yang didelegasi dari Kepresidenan dan sudah terjadi kesepakatan harga,” kata Arief, Senin. 

Arief menjelaskan, sapi berbobot sekitar 900 kilogram itu rencananya akan disalurkan ke masjid di wilayah Lebo, Kecamatan Gringsing, Batang. 

Menurut Arief, harga sapi berbobot besar memang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding sapi biasa.

Untuk sapi dengan bobot di atas 500 kilogram, harga per kilogramnya dapat mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu.

Sementara untuk sapi lokal dengan ukuran standar, harga pasar saat ini berada di kisaran Rp 70 ribuan per kilogram hidup. 

“Itu juga sudah naik dibanding hari biasa karena fenomena Iduladha memang biasanya ada kenaikan harga,” ungkapnya. 

Arief menambahkan, sapi pilihan Presiden tersebut merupakan hasil persilangan beberapa jenis unggulan.  

Secara fisik, sapi itu memiliki ciri kepala menyerupai Simmental dan warna tubuh cenderung cokelat gelap seperti Charolais.

“Jenisnya multi-breeding. Kepalanya Simmental, warnanya Charolais. Jadi perpaduan beberapa jenis. Biasanya silangan PO dengan Simmental, PO dengan Limousin atau Charolais,” tuturnya. 

Ia menyebut sapi jenis PO justru memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena banyak diminati untuk kebutuhan kurban. (Agus Iswadi/Tito Isna Utama) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved