Mahasiswi
Kaki Mahasiswi Terjepit di Selokan, Damkar Turun Tangan
Kaki seorang mahasiswi di Solo terjepit di sebuah besi selokam di kompleks Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Kaki seorang mahasiswi di Solo terjepit di sebuah besi selokam di kompleks Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.
Peristiwa itu membuat mahasiswi panik hingga akhirnya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Jawa Tengah turun tangan.
Dengan penuh hati-hati mengevakuasi seorang mahasiswi yang kakinya terjebak di sela-sela besi penutup selokan.
Baca juga: Mahasiswa USM Raih Juara 3 Kejuaraan Nasional Tenis Meja Airlangga Open 2026
Baca juga: Implementasikan Tri Dharma, Dosen dan Tendik UIN Walisongo Menjadi Imam dan Khotib Idul Adha
Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/5/2026) siang, di kompleks Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.
Komandan Regu Penyelamatan Charlie Damkar Solo, Matias Andri, mengatakan awalnya ada laporan dari seorang mahasiswa yang meminta pertolongan kaki temannya masuk ke dalam sela-sela besi penutup selokan.
"Kejadian Senin kemarin. Jadi dia (korban) mau pinjam ruangan di UNS terus temannya kakinya sakit dia gendong melewati saluran selokan," kata Andri sapaan akrab dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/5/2026) malam.
"Kebetulan selokannya itu sekatnya (penutupnya) pakai besi ulir. Kakinya kanan masuk ke dalam tidak bisa ditarik keluar. Kita dapat laporan kita merapat di UNS," imbunya.
Proses evakuasi mengeluarkan kaki mahasiswi yang masuk di sela-sela besi penutup selokan tersebut dilakukan dengan menggunakan tang hidrolik.
Ada tiga petugas yang melakukan evakuasi. "Evakuasi cuma lima menit. Kondisi kaki korban baik-baik saja," kata dia.
Andri menyampaikan bahwa Damkar Solo tidak hanya menangani kasus kebakaran.
Tapi juga penyelamatan nonkebakaran.
"Yang paling sering (evakuasi) sarang tawon, ular, pelepasan cincin, pelepasan anting, tumpahan solar, tumpahan semen, kita sering. Terus laka lantas," ungkap dia.
Andri mengatakan, pernah ada permintaan nyleneh dari warga untuk mengevakuasi kepala anjing yang masuk pagar.
"Yang agak nyleneh itu kepala anjing masuk pagar itu pernah kita evakuasi. Itu dulu di Laweyan. Dua kali," kata Andri.
Lebih lanjut untuk mendukung tugas-tugasnya di lapangan imbuhnya, petugas Damkar Solo dituntut memiliki keahlian khusus di luar penanganan kebakaran.
"Sekarang Damkar bukan pemadam kebakaran saja. Pemadam dan penyelamatan. Itu untuk pelatihan kita selalu latihan khusus," ungkap Andri. (*)
Sumber: kompas.com
| Detik-detik Elf Penuh Penumpang Terguling Setelah Ban Pecah di Tol, 18 Orang Jadi Korban |
|
|---|
| Fakta Baru Terungkap! Pria Pamer Alat Vital di Restoran Solo Terangsang Aroma Parfum Wanita |
|
|---|
| Sempat Bersenggolan dengan Kendaraan Tak Dikenal, Pemuda 19 Tahun Tewas Terlindas Truk |
|
|---|
| Sebelum Meninggal, Pria di Boyolali Terima Kiriman Sate Ayam, Kondisi Jasad Bikin Keluarga Curiga |
|
|---|
| Mengenal Modus Helikopter, Cara Sindikat BBM Ilegal Timbun BBM Subsidi di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Solo-mengevakuasi-mahasiswi.jpg)