Polres Semarang
Polres Semarang Larang Siswa Konvoi dan Corat-Coret Seragam Saat Kelulusan
Polres Semarang mengingatkan siswa tidak melakukan konvoi di jalan raya dalam merayakan kelulusan. Hal tersebut berpotensi mengganggu arus.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Ringkasan Berita:
- Polres Semarang mengimbau siswa untuk tidak melakukan konvoi dan aksi corat-coret saat merayakan kelulusan sekolah
- Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan menghindari pelanggaran hukum
- Sebanyak 157 personel kepolisian disiagakan untuk memantau titik-titik rawan gangguan ketertiban masyarakat
- Orang tua diminta mengawasi pergaulan anak dan memastikan mereka berada di rumah saat jam malam
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Polres Semarang mengingatkan siswa tidak melakukan konvoi di jalan raya dalam merayakan kelulusan. Hal tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Siswa juga diimbau untuk tidak menggunakan knalpot brong maupun kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya itu, aksi corat-coret seragam sekolah maupun fasilitas umum juga diminta untuk dihindari karena dapat merusak lingkungan dan mengurangi makna positif dari perayaan kelulusan.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan, kelulusan merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan pendidikan yang menandai awal langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Oleh karena itu, Polres Semarang mengajak para siswa untuk mensyukuri pencapaian tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," katanya, saat kegiatan Patroli pada SMP Negeri 3 Pringapus, Selasa (2/6/2026).
Pihaknya juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi minuman keras, narkoba, maupun bentuk pergaulan yang dapat merugikan masa depan.
Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, para siswa diminta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta tidak membawa senjata tajam maupun benda berbahaya lainnya dalam bentuk apa pun.
"Masa-masa muda jangan sampai tercoreng dengan kejadian dimana adik-adik berurusan dengan hukum, terutama berurusan dengan peradilan anak yang sudah diatur oleh undang-undang. Tugas adik-adik sekalian hanya belajar," tegasnya.
Selain kepada siswa, AKBP Ratna juga mengimbau para orang tua turut menjaga pergaulan anak dan memastikan putra-putrinya di rumah saat jam malam.
"Pastikan putra putri bapak ibu dalam pergaulan atau circle pertemanan, dan pastikan saat jam malam putra putrinya sudah berada di rumah tidak bermain bersama teman-temannya di malam hari," ucapnya.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas saat momentum kelulusan, AKBP Ratna menyampaikan, Polres Semarang telah menyiagakan sebanyak 157 personel, baik dari tingkat Polres maupun Polsek jajaran.
Personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, lokasi sekolah, jalur protokol, pusat keramaian, serta wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya konvoi maupun aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain melakukan pemantauan, personel yang bertugas juga akan melaksanakan patroli secara intensif guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya pengumuman kelulusan.
Kegiatan patroli ini juga bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran maupun tindakan yang dapat membahayakan keselamatan para pelajar.
Sebagai alternatif kegiatan yang lebih positif, Polres Semarang mengajak para siswa untuk mengisi momen kelulusan dengan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman melalui kegiatan yang bermanfaat, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana untuk menyusun langkah dan cita-cita di masa depan. (*)
| Gay yang Mangkal Cari Korban di Taman Sriwedari Solo Tertangkap, Ternyata Punya Istri dan 2 Anak |
|
|---|
| Polda Jateng Gandeng FBI Selidiki Love Scamming Internasional yang Libatkan Fabiola Elizabeth |
|
|---|
| Kronologi Brio Merah Diduga Tabrak Lari Pemotor, Berawal Panik Kepergok Satpam Mau Mesum |
|
|---|
| Wanita Boyolali Meninggal Setelah Makan Sate, Menantu Bilang Tak Kirim Racun tapi Jampi-jampi |
|
|---|
| Sosok Nanang Pencuri yang Acak-acak Sejumlah Minimarket di Brebes, Sempat Kurban 2 Kambing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PATROLI-Kapolres-Semarang-AKBP-Ratna-Quratul-Ainy.jpg)